Ketiganya ngobrol di halaman kampus. Jika di gambarkan Rizky cemburu melihat kedatangan Albert, sebab terpancar jelas Albert masih sangat menginginkan Qiila. Begitu juga dengan Qiila ada tatapan rindu dari sorot matanya. Namun Qiila mampu menenangkan Rizky, ia terus menggenggam erat tangan Rizky. Tanpa memperdulikan Albert di tengah-tengah mereka. Albert pun pamit undur diri, sebab ia harus kembali ke Yogyakarta, hari ini juga. *** Langit jingga merambat menjadi gelap, suara adzan terdengar merdu di setiap masjid yang ada di sekitarnya. Di kediaman Ayah Aqiila, rumah yang nampak sepi, kini ramai dengan kedatangan keluarga Rizky, mereka merayakan kelulusan Aqiila. Selesai shalat maghrib berjamaah, mereka makan malam. Makan malam lesehan, sebab meja makan tidak cukup menampung seisi ru

