Di antara tidur terjagaku, aku mendengar suara rintihan orang kesakitan. Cepat-cepat aku membuka mataku dan menyalakan lampu kamar, di sebelahku Aqiila sedang merintih kesakitan. "Sayang.. Kamu kenapa?" Tanyaku, begitu khawatir. Aku tidak tega melihat istriku yang tampak pucat, "Sakit perutku," jawabnya terbata. Reflek tanganku ingin menyentuhnya, namun segera di tepisnya tanganku. Qiila bilang, dia sedang mengalami datang bulan yang pertama, biasanya jika kecapek'an. Dia akan merasakan nyeri perut yang luar biasa. Qiila lupa jadwal datang bulanya sehingga ia tidak memiliki pembalut. Segera aku mengambil kunci mobilku, setelah bertanya merk dan di mana aku harus membelinya, maka aku tidak berlama-lama, aku langsung lari menuju bawah, dan ke garasi mobil. Tidak membutuhkan waktu lama,

