Pagi itu, selesai sarapan, Ayah memintaku untuk mengunjungi teman Ayah yang beralamat di Jakarta Pusat, tidak jauh juga dari tempatku mengajar. Ayah berkata aku harus menemui calon mertuaku, untuk membahas perjodohanku dengan putrinya sejak delapam tahun yang lalu, berarti sudah hampir delapan tahun aku tidak bertemu dengan Aqiila, si Putri Galakku. Walau tidak pernah lihat secara langsung, aku tahu, dia sudah punya kekasih, Namun aku tidak mengetahui siapa nama ataupun wajahnya, sebab Aqiila tidak pernah mengunggah foto kekasihnya itu. Aku rasa dia sangat menyayanginya. Cemburu pastilah, sebab Aqiila adalah cinta pertamaku. Cinta yang selalu aku jaga, sehingga aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya pacaran. Aku bukan tipe pria yang suka mempermainkan sebuah perasaan. Sesak memang saat a

