Suamiku Teman Masa Kecilku

1015 Kata
"Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat" *** Selesai sarapan, Ayah bersiap pergi ke kantor. Dan suami yang tidak aku anggap mungkin juga akan bersiap-siap ke kampus. Sedangkan aku, sedang ingin di rumah tanpa melakukan aktivitas apapun. Aku masuk ke kamarku, dan aku ambil gawaiku. Aku belum menyalakannya saat kemarin aku matikan. Benar saja, pas aku aktifkan, banyak notif masuk. Chat dan panggilan tidak terjawab dari teman-temanku, suami dan Ayahku. Namun yang paling spesial ada spam chat dari pacarku, Albert. Aku langsung membukanya, seperti ada durian runtuh. Ia menawarkan aku magang di rumah sakit milik orang tuanya. Albert seakan bisa membaca pikiranku. Besok aku akan membuat lamaran magang di sana. Lagi pula jarak dari rumahku tidak terlalu jauh, tidak sampai satu jam perjalanan. Tok tok. Terdengar orang mengetuk pintu. "Assalamu'alaikum..." ucapnya, sambil membuka pintu, Suami yang tak aku anggap sudah berdiri di ambang pintu. "Wa'alaikum sallam." jawabku acuh, Dia berjalan mendekatiku, dan duduk di bibir ranjang. "Perutmu masih sakit tidak, Sayang?" tanyanya "Tidak" jawabku, singkat. "Kamu perlu apa, nanti aku belikan?" tanyanya, lagi. "Tidak usah, terimakasih." balasku, malas "Aku berangkat ke kampus, kalau ada apa-apa langsung telepon aku." suruhnya, Aku melirik, sedikit sebal. "Oh iyaa, ini ATMku, buat keperluanmu. Kamu bisa lanjutkan S2 nantinya. Ambil jurusan kedokteran spesialis," terangnya. "Aku tidak perlu uangmu." jawabku, jutek. Dia mengulum senyumnya, masih tetap sabar menghadapiku. "Uangku uangmu juga, terserah mau buat apa." katanya. Dia beranjak dari duduknya, menuju lemari pakaian. Dia berganti pakaian di depanku. "Kamu gila ya, ngapain ganti pakaian di depanku!" sentakku, kesal dengan menutup kedua tanganku. "Kenapa, emang tidak boleh githu? Aku 'kan suami mu," jawabnya, santai. "Ah terserah." aku menutup mataku dengan selimut. Tiba-tiba ia menarik selimutku. "Mau ngapain?" tanyaku, terkejut. "Mau pamit sama istriku yang bawel ini." jawabnya, ia meledekku."Aku berangkat dulu ya, Sayang. Jaga dirimu baik-baik." ucapnya, "Oh iya, pasword ATMnya tanggal pertama kita ketemu saat di SD Tunas Bangsa." jelasnya. Dan langsung pergi ke luar dari kamar. Aku terbengong, Tunas Bangsa, Dia siapa sebenarnya. Tanggal bertemu, aku mencoba mengingat-ingat sesuatu. Saat bertemu teman baru di SD Tunas Bangsa, "Tunggu! Apakah dia, Rizky yang aku kenal dulu? Si cowok cengeng itu?" bathinku. Aku ingin berlari mengejarnya, namun aku urungkan. Perutku nyeri, datang bulan yang membuatku tidak nyaman. "Ah seharusnya aku mandi dulu." gumamku. Aku beranjak dari tempat tidurku. Bergegas ke kamar mandi. Mandi air dingin, membuat diriku nyaman. Selesai mandi, aku berganti pakaian dan ke luar dari kamar, aku duduk di balkon depan kamarku. Aku ingin bersantai hari ini. Gawaiku berdering, saat kulirik siapa yang memanggil, ternyata Albert. Aku lari ke kamar, untuk mengambil jilbabku. Selama berpacaran, tidak pernah aku menampakan auratku di depanya. "Iyaa Sayaang." jawabku, lewat video call "Waah, kamu cantik banget. Habis mandi yaa?" tanyanya "Kok tahu?" tanyaku "Iya, wanginya sampai sini." jawabnya, gombal. "Gimana tawaran aku, kamu magang di rumah sakit orang tuaku, mau tidak?" tanyanya. "Yaa Jelas maulah. Tapi nanti aku di terima tidak ya?" tanyaku, berbalik. "Di terima, nanti teman CS mu sekalian di suruh daftar juga, biar kamu ada teman." sarannya. "Eh, ide bagus tuh," jawabku. Albert tersenyum, matanya sayup, mungkin dia ngantuk. "Ya udah, aku mau tidur ya, Sayang?, baru pulang dari sift malam, mandi langsung vidcall, kamu, capek ngantuk juga nich." terangnya, sedikit manja. "Okay, met istirahat." ucapku, dengan penuh senyum. "Okey Sayangkkuh, I Love you." ucap Albert "I love you too". Balasku. Albert mematikan sambungan video callnya. Aku tersenyum sendiri mengingat mata sayu Albert yang nampak ngantuk. *flash back on* SD TUNAS BANGSA Aku pamit sama pak Guru, izin ke toilet. Keburu ingin buang air kecil. Selesai buang air kecil, aku mendengar suara tangisan, di sudut toilet. Aku menghampirinya, ada anak yg sedang di bully, ia jongkok memeluk lututnya, empat anak lain sedang merobek-robek buku dan di lempar di atas kepala si bocah nangis tersebut. "Heh, beraninya main keroyokan,Sini maju kalau berani!!" tantangku. "Eeh ada cewek cantik yang mau jadi jagoan nich." ledek laki-laki bertubuh kerempeng. Mereka berempat menghampiriku. Aku langsung pasang kuda-kuda, aku termasuk jago karate. "Woow, mau berantem rupanya," salah seorang anak lain menyentuh pipiku, langsung aku tangkis. "Njirr...!!! galak juga nich cewek!" Mereka berempatpun, mulai maju satu persatu ingin melawanku. Terjadilah perkelahian, antara aku dan ke empat cowok tersebut. Pada akhirnya aku menang. Dan ke empat anak itu aku bikin babak belur. Merekapun lari, menjauhiku. Sambil tanganya mengacungkan jari tengahnya. Aku tertawa meledek, dia pikir aku takut di ancam. "Heh.. Kamu tuch laki-laki, kok mau aja di injek-injek harga dirimu!" makiku. "Lawan.. Jangan mau di bully!" lanjutku. Diapun berdiri, ada sedikit rasa malu. "Terimakasih, oh iyaa namaku Rizky, kelas 6 A. Kamu?" tanyanya "Aqiila, kelas 5 C". Jawabku. "Terimakasih, sudah menolongku" ucapnya lagi, "Aku akan ingat hari ini. Tanggal 11 bulan agustus, bertemu gadis jagoan." lanjutnya. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi setelah itu. Kami menjadi teman baik, lama-lama dia berani menghadapi anak yang mencoba membully dirinya. Kebetulan, orang tuanya adalah teman Ayahku. Dia anak ke empat dari empat bersaudara. Namun pada saat aku lulus SD, dia harus pindah ke Jakarta Selatan. Karena Ayahnya asli dari sana, dan kembali mengelola perusahaanya di sana. *Flash back off* "Jadi, Suami yang tidak aku anggap adalah, temanku saat masih SD?" gumamku. "Pantas saja Ayah begitu antusias langsung menikahkan kami." bathinku. Pikiranku kacau, bagaimana mungkin aku menikah dengannya. Jadi temanku yang bernama Muhammad Rizky Erlangga di akun sss dan IGnya adalah si Rizky cengeng itu. Dan si cengeng kini jadi suamiku. Apa yang akan aku katakan di saat si Rizky kembali dari kampus nanti. Bagaimana mungkin Rizky cengeng kini menjadi orang yang sangat tampan, menurut rumor dia juga menjadi dosen muda, yang sangat di sukai mahasiswi. Berdasarkan status yang ia unggah di akun FBnya, banyak mahasiswi yang berkomentar positive tentang dirinya. 'Rizky, akan ku hajar kau jika pulang nanti' gumamku, bisa-bisanya tidak pernah kirim kabar saat pindah waktu itu. aku pikir dirinya telah melupakanku, Si Rizky si cengeng yang memiliki hati lembut, beda jauh denganku yang begitu tomboy. Keluarga Rizky memang memiliki sikap yang lembut semua tanpa terkecuali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN