Menuntut Jawaban

1257 Kata
Keduanya terkejut, Abizar berdiri dsri duduknya dan menatap tajam seorang pria yang juga sedang menatapnya dengan tak kalah tajamnya. “Aku pikir Jelita bahagia hidup bersamamu, tapi ternyata kau tidak lebih dari seorang pria b******k,” caci pria itu, ia bahkan mencengkeram kerah baju Abizar dengan penuh emosi. Mereka sontak menjadi perhatian para pengunjung lain. “Hei, kau siapa. Jaga ucapanmu. Dia adalah suami yang menikahiku 5 tahun yang lalu. Jadi kau jangan asal bicara dan menghina suamiku seperti itu. Pergi kau dari sini!” usir Jovanka penuh emosi. Ia tidak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini dalam hidupnya. Di tuduh main gila. Padahal ia bersama dengan suaminya sendiri meruapakan hal yang paling memalukan. Pria itu terdiam membeku, ia melepas cengkeraman tangannya dari kerah Abizar dan menatap keduanya bergantian dengan tatapan tidak percaya. “Kau sudah menikah tapi menikah lagi dengan Jelita? Dan kau menyembunyikan ini dengan ayahnya Jelita bahkan dengan Jelita sendiri. Apa-apaan semua ini?” pemuda itu terlihat sangat marah dan kebingungan. “Bima, kau tenanglah dulu dan biarkan aku menjelaskan ini,” ucap Abizar setelah lama terdiam. Bima menatasp Abizar denmgan tatapan penuh amarah, ia tidak menyangka perempuan yang selama ini ia cintai ternyata menikah dengan pria yang sudah beristri, Jelita selalu bilang ia bahagia dengasn kehidupan pernikahannya tapi dengan wajah yang tidak bersemangaat , ternyata inilah alasannya. Hatinya benar-benar hancur mengetahui perempuan yang ia cintai di sia-siakan. “Kau benar-benar pria yang tidak bereperasaan, apa pun alasannya tidak menutupi fakta bahwa kau telah menduakan Jelita dan menyakitinya,” ucap Bima dengan penuh kemarahan. “Bima dengarkan aku dulu,” “Aku sudah cukup melihat faktanya, dan semua ini harus di akhiri sekarang juga.” ucap Bima lalu membalikkan badanya dan melamngkah meninggalkan tempat itu. “Jelita mengetahuinya, dia tahu semua.” teriak Abizar. Langkah Bima terhenti, ia menoleh ke arah Abizar. “Apa yang kau katakan itu?” “Iya, Jelita sudah tahu semua. dia tahu kalau pria yang ia akan meikahinya adalah suamiku. Dan ia menyetujui semuanya. satu lagi, kau bukan siapa-siapa di sini, jangan ikut campur dalam kehidupan rumah tangga kami, termasuk Jelita. Sekarang pergilah!” ucap Jovanka dengan kasar. Ia benar-benar sudah muak dengan rentetan kejadian mengesalkan dalam seharian ini. dan semua menyangkut Jelita. Bima menatap keduanya dengan penuh kemarahan lalu pergi meninggalkan tempat itu. “Aku benar-benar kesal, Mas. Siapa laki-laki itu? kenapa dia tampak sangat marah. Apa dia keluarha dari jelita?” tanya Jovanka. “Dia menyukai Jelita, sahabat jelita sejeka kecil dan sudah menaruh hati padanya cukup lama.” ucap Abizar menatap lurus ke depan. “Hmm, kalau memang dia mencintai Jelita, dia harus bersabar sampai Jelita melahirkan anak itu dan bercerai denganmu.” Entah kenapa, ucapan Jovanka seakan mengusik ketenangan hatinya. Ia merasa terganggu dengan perkataan Jovanka itu. Abizar hanya terdiam, tidak merespon ucapan istrinya, Abizar hanya mengehela nafas dalam dan kembali meminum kopinya. ‘Mas, tap[I nomong-ngomong, Jelita di rumah ayahnya?” kemarin malam aku melihatmu keluar darui rumah bersama Jelita. Tapi pulangnya kau tidak bersamanya lagi.” tanya Jovanka setelah lama terdiam. Abizar tampak sedikit tegang, apa yang seharusnya dia katakan. Apartement itu di luar sepengetahuan Jovanka, istrinya tidak tahunkalau Abizar diam-diam telah memberi sebuah apartement untuk Jelita, sedanfgkan yang jovanka ketahui hanya rumah yang di tempati Ayah jelita itu saja pemberian darihasil kesepakatan mereka. Abizar khawatir kalau Jovanka tahu mengenai apaetement itu, ia akan salah paham. Abizar tampak berpikir. “Iya, dia di rumah ayahnya, dia ingin tinggal untuyk beberapa waktu di sana dan aku pikir tidak ada salahnya ia tinggal dengan orang tuanya beberapa waktu.” Ucap Abizar. “Ya, itu lebih bagus. Aku merasa sedikit lebih tenag dia tidak muncul di ruamh kita.” Abizar menatap istrinya sambil tersenyum. Ini adalah kebohongan pertamanya setelah seklian lama mereka menikah. ‘Maafkan aku Jovanka, aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya tidak ingin kau marah dan salah paham lagi.’ ucapnya dalam hati. Sementara itu, Bima yang sejak tadi menghubungi kontak Jelita belum mendapatkan respon. Ia tersu saja menelepon tanpa henti. Ia benar-benar sangat ingin bertemu dan menanyakan hal yang barus saja ia ketahui. Ia tidak percaya jelita bisa membuat kesepakatan tidak masuk akal dengan suami istri aneh itu. “Angkat Jelita, sebenarnya kau ada di mana sekarang?” gumannya tidak gusar. Setelah mencoba beberapa lama, akhirnya ia mendengar suara Jelita di seberang sana. “Halo, Bima?” “Kak, aku ingin bertemu denganmu sekarang, penting.” Ucap Bima tanpa basa-basi. “Oh, ada masalah apa, kedegarannya ini masalah serius?” tanya jelita. ‘Iya, ini sangat penting.” “Oke, kita ketemu di restoran Melati, ya?” ucap Jelita. “Baik, aku tunggu sekarang di sana,” ucap Bima lalu mematikan ponselnya. Jelita yang masih ingin berbicara terpaksa menggentung kaliamtanya. “Kenapa sih anak itu, tumben-tumbennya terdengar serius, hmm” guman Jelita lalu beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kamar mandi. Bima tampak duduk dengan gelisah menunggu Jelita yang tidak kunjung muncul. Padahal ia sudah menunggu sekitar hampir sejam. “Kenapa tadi aku gak jemput dia saja ya?” gumannya. Setelah beberapa lama ia menunggu, Jelita akhirnya datang juga. BIma tidak bia melepas pandangannya dari Jelita, sungguh wanita yang sudah lama memikat hatinya ini semakin cantuik saja. hal itu semakin membuatnya gusar lantaran ternyata ia hanya di jadikan mainan oleh suaminya yang brebgsek itu. Tidak lagi, sudah cukup ia bersabar. Ia akan merebut Jelita dan membuat mereka berpisah. Bima berdiri dan menyambut Jelita dengan senyum. “Ada apa sih? Tumben-tumbennya kau ajak aku ketemuan begini? apa kau ada masalah kuliah?” tanya Jelita. Bima hanya terdiam, lihatlah wanita ini, bisa-bisanya mengkhawatirkan kuliahnya padahal dia sendiri mengalami masalah yang sangat buruk. “Kak, kenapa kau berbohong?” tanya Bima dengan nada serius. “Berbohong apa maksudmu? Kau ini kenapa sih, Bima? sejak tadi aku merasa kau bersikap aneh,” ucap Jelita bingung. “Aku sudah tahu semuanya. Tadi, tanpa sengaja aku bertemu suamimu bersama istrinya di sebuah kafe. Aku melihat mereka sangat harmonis dan bahagia. Apa itu kebahagiaan yang kakak maksud, saat aku bertanya apakah kakak bahagia hidup bersama pria b******k itu, kau berbohong.” Suara Bima mulai terdengar penuh kekesalan. Jelita hanya tertunduk diam, dia tidak menyangka Bima akan mengetahui rahasianya secepat ini. “Apa pun yang kau ketahui jangan sampai ayahku tahu,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. “Tapi kenapa? Kenapa kau tega membohongi kami semua dan menempatkan dirimu dalam situasi seperti ini? Kau bahkan sudah hamil anak dari pria itu, padahal kau tahu kalau dia sudah beristri, kenapa kak, kanapa?” suara Bima meninggi, Jelita mulai menangis. Sementara itu, Abizar barus saja tiba di apartement Jelita dan hanya bi Sumi yang ia temui di sana. “Nyonya tadi keluar, katanya mau bertemu teman,” ucap bi Sumi saat Abizar bertanya. Dengan gusar Abizar terus menerus menghubungi Jelita tapi tidak ada respon. Ia kemudian melacak keberadaan Jelita lewat GPS ponselnya. Dan akhirya berhasil menemukan jejak istrinya, Abizar pun melajukan mobilnya menuju tempat Jelita berada. * Jelita tidak menjawab, hanya air matanya saja keluar. “Kakak jangan diam saja, jawab pertanyaanku. Apakah kau tahu semuanya dan tetap nekat menikah dengan pria yang telah beristri? Di mana pikiran warasmu, kak? kau menyia-nyiakan hidupmu begitu saja. kau yang selalu menasehatiku tentang bagaiamana menaklukkan kerasnya hidup dengan terus berjuang, tapi kau sendiri, apa yang kau lakukan sekarang? Kau mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang, begitukah, kak? jawab aku…!” Bima mencecar Jelita dengan berbagai macam pertanyaan tapi Jelita sedikitpun tidak mampu menjawabnya . “Kenapa kau diam saja, Kak? Jawab aku, kenapa kau melakukannya..?!” “Cukup Bima…!” tiba-tiba suara Abizar terdengar dengan lantang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN