“Jadi pernikahan tetap berlangsung?” tanya Amierra pada Aisyah. Aisyah mengangguk malu diiringi cengiran lebarnya. “Maafin Ais yah Umi,” seru Aisyah. “Ck, jangan di ulangi lagi. Buat Umi hampir terserang jantung saja. Duh Umi sudah stres memikirkan kalau beneran gagal. Rugi besar kita,” keluh Amierra. “He he,” Aisyah hanya bisa terkekeh kecil seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Ambil hikmah dari kejadian ini dan jadikan pelajaran, Nak. Jangan mudah mengambil keputusan, apalagi ini keputusan besar. Kamu harus mempertimbangkannya dengan matang,” seru Djavier. “Iya Abi, Ais janji ini tidak akan terulang lagi,” seru Aisyah. “Ya sudah kamu ambil undangan yang kamu butuhkan untuk teman-temanmu, sisan

