13

1066 Kata

Setelah dua hari terbaring dengan demam, kondisi Ethan akhirnya membaik. Pagi itu, ia sudah bangun lebih segar, wajahnya tak lagi pucat, dan langkahnya kembali mantap. Jas kerjanya kembali tergantung rapi di bahu, seolah dua hari terakhir hanyalah jeda singkat yang kini berlalu. "Aku sudah benar-benar baikan," ucap Ethan sambil merapikan jam tangannya. Kylla menatapnya dengan ekspresi lega. "Tetap jaga kondisi. Jangan langsung memaksakan diri." Ethan tersenyum kecil. "Tenang. Berkat perawat pribadiku, aku tidak mungkin sembuh secepat ini." Kylla mendengus pelan, tapi senyumnya tak bisa disembunyikan. Hari itu, rutinitas mereka perlahan kembali seperti semula. Ethan kembali berangkat ke kantor, tenggelam dalam dunia kerjanya yang sibuk. Sementara Kylla kembali menyandang tas kuliahnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN