Fira menggelengkan kepalanya, tentu saja suaminya bukan sampah. Pria itu adalah manusia terbaik dan suami terbaik yang pernah dia temui,”paman bukan sampah, paman adalah pria terbaik yang pernah ada, aku sangat sayang padamu.” Pria itu tersenyum, ia menyandarkan kepalanya di kepala sang istri tercinta,”sekarang kita cari restoran terdekat saja.” “Tidak, aku mau ke warung nasih campur saja,” potong Fira cepat. Pria itu memiringkan kepalanya menatap sang istri, yang dia tahu warung nasi campur itu terlalu tidak bersih. Sekalipun warung sederhana, seharusnya tetap menjaga kebersihan agar pelanggan merasa nyaman. “Tapi di sana tidak begitu bersih, misal saat mencuci piring. Air cuciannya sampai keruh bahkan tidak diganti, apakah air itu bersih atau tidak? Membayangkan saja sudah membuat or

