Episode 105 Semilir angin membelai lembur surai kehitaman, menggoyangkan helaian tersebut dengan penuh kasih sayang seakan sedikit saja terlalu keras maka semua akan terbang bersamanya. Terpaan ombak menyapa kulit petih di kaki memberi harapan bahwa semua akan baik-baik saja, kelembutan serta kasih sayang akan ciptaan dari Yang Maha Kuasa tidak akan pernah hilang dan berakhir. Selendang merah muda berkibar mengikuti arah angin hingga mendarat di wajah rupawan tersebut, jemari lentik meraih selendang tersebut dan menatapnya dengan senyum ketulusan,”apa yang membawamu kemari? Sepertinya gadis kecilku sengaja melepaskanmu.” Iris safir tersebut menatap jauh menembus cakrawala alam, tatapnnya menuju langit biru seakan hati telah jauh berada di atas langit tersebut. Greb.. Pelukan lengan m

