Pemakaman yang berada di daerah yang masih berada di kawasan dekat rumah ibu Theo ini sudah sepi, hanya ada aku yang masih setia duduk sambil mengelus batu nisan Theo. Lingga sudah pergi begitupun Gerka, aku meminta mereka untuk duluan dan memberiku waktu sendiri. Mereka awalnya menolak tapi akhirnya dengan kekeraskepalaanku mereka pun mau tidak mau terpaksa setuju dan meninggalkanku sendiri disini. Pelayat yang datang ke pemakamannya hanyalah teman-teman organisasinya, teman kelasnya dan beberapa kenalan yang aku tidak tahu mereka siapa. Tidak ada keluarga dan kerabatnya. Ucapan Gerka soal orang tua Theo kembali ternginag-ngiang di pikiranku ketika aku bertanya bagaimana cara menghubungi kedua orang tuanya. “Sebenarnya kedua orang tua Theo masih hidup, tapi gak ada yang tahu keberadaanny

