Kami baru saja menghabiskan Choco Cake Ice Cream yang ku pesan dan Praline ‘n Cream Ice Cream yang Dimas pesan ketika suara seseorang memanggil Dimas mengagetkan kami. “Dimas!” sapa seorang wanita yang serta merta duduk di kuris kosong di antara aku dan Dimas. Aku mengerutkan kening melihat wajah seorang wanita yang ucukup familier di hadapan kami dan mecoba menggali ingatan tentang siapa gerangan sosok ini. Aku seperti pernah bertemu dengan orang ini tapi sekeras apapun au mencoba mengingat, aku tidak bisa mengingat dimana dan bagaimana kami bertemu. “Kakak ngapain disini?” ucap Dimas kelihatan tidak terlalu senanng dengan kehadiran wanita yang ia panggil kakak itu disini. “Wait, what??? Kakak?” “Ya makan es krim lah, apalagi.” Jawab wanita tersebut santaI. Dimas hanya bisa berdecak

