Chapter 28

1834 Kata

Aku tidak tahu sudah beberapa jam aku tertidur, aku terbangun dengan tubuh yang segar. Rasanya rasa lelah ku selama beberapa hari ini terbayar dengan tidur singkat ku ini. Ku edarkan pandangan sekeliling, terlihat dari jendela di samping kiriku yang dihiasi rintik hujan, langit telah kehilangan cahayanya. “Siall, aku benar-benar tidur kebablasan sampai malam, bisa diomelin kak Indah nih,” rutukku dalam hati. Dengan gerakan spontan aku memaksakan diriku yang masih belum sepenuhnya pulih dari rasa kantukku membuat selimut yang kupaai meluruh ke lantai. Selimut? Sejak kapan aku pakai selimut? Belum sempat aku menerka-nerka siapa gerangan yang berbaik hati memakaikan ku selimut ini, suara seseorang dari arah pintu masuk mengagetkanku. “Kamu udah bangun.” Dimas muncul dan menghampiriku sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN