Mau tahu kenapa aku tetap ingin berteman dengan Theo meski Lingga dan Dimas memintaku menjauhinya? Waktu itu aku dan Theo lagi duduk-duduk di rooftop di gedung dimana Night Sky berada, saat itu shift kerja ku sudah selesai dan dibanding pulang, aku lebih memilih mengikuti Theo ke rooftop. Katanya, pemandangan dari atas sana saat pukul segini itu yang mana saat itu adalah pukul 4 pagi, Jakarta sedang keren-kerennya. Kata Theo saat itu, pemandangan Jakarta disaat-saat seperti ini mengingatkannya bahwa di kota dimana dia tidak memiliki siapa-siapa ini, dia tidak sendirian. Sama sepertiku, Theo juga adalah seorang perantau. Ia berasal dari salah satu daerah di Jawa Tengah, aku lupa apa namanya. Saat itu aku hanya mengernyit mendengar ucapannya, tidak paham. Ia menyuruh ku menengok ke baw

