Dimas berdiri di ambang pintu, Fio merasakan desakan hebat dalam dadanya. Ia belum siap bertemu dengan Dimas. Tidak ingin Dimas melihat mata sembabnya, Fio mengalihkan pandangan. Belum sempat Dimas memasuki kamar itu, sang empunya bergegas mematikan game yang sedari tadi ia mainkan dan beranjak menghampiri Dimas setelah sebelumnya memberikan Fio isyarat untuk diam di tempatnya yang mana memang itu adalah niat Fio sedari awal. Lingga menarik paksa Dimas untuk meninggalkan kamarnya atau lebih tepatnya memberikan Fio ruang sendiri. Ini sudah setengah jam sejak keduanya meninggalkan Fio, tadinya Fio mengira kala Lingga hanya sekedar mengantarkan Dimas kebawah dan embal ke kamarnya. Tapi hal tersebut tidak mngkin membutuhkan watu selama ini, kan? Tidak lama kemudian Lingga muncul dengan leb

