Dimas!!! Aku berteriak hingga tenggorokanku terasa sakit melihat Dimas bersimbah darah di hadapanku. Truk yang menabraknya melarikan diri. Kalau saja tadi aku tidak mendorongnya, Dimas tidak akan seperti saat ini. Ada perasaan menyesal ketika melihatnya terbujur kaku di hadapanku. Tapi tidak dengan ketika aku mendorongnya tadi. Perasaan kalau ia pantas mendapatkan itu menutup akal sehat ku dan membuatku melakukan hal gila ini. Aku membuka mata dan seketika pemandangan Dimas bersimbah darah menghilang dan berganti menjadi dinding kamarku yang dihiasi poster kelima personel One Direction yang sedang tersenyum ke arahku. Ternyata cuman mimpi. Nafasku tercekat ketika aku mengingat kilas balik mimpiku tadi. Perasaan puas ketika melihat Dimas tergeletak tidak berdaya mengusik pikiranku. Tega

