Chapter 62

1205 Kata

Satu setengah jam kemudian aku dan Dimas tiba di bangunan tua yang menjadi tempat Theo tinggal selama bersembunyi dari rentenir dan gembong narkoba yag mengincarnya itu. Butuh setidaknya sepuluh menit dan berbagai alasan untuk meyakinkan Dimas kalau bangunan di depanku ini bukanlah sarang penjahat seperti yang pertama kali ia asumsikan. Aku membuka gerbang yang sudah berkarat dan tidak terkunci itu dengan susah payah. Dimas kelihatan masih tidak yakin dengan hal yang akan kami hadapi ini, karena itu dia masih waspada dan membuatku berjalan di belakangnya. Aku yang sudah tahu medan yang akan kami hadapi ini hanya bisa menghela nafas melihat sikap paranoidnya. Dimas membuka pintu depan bangunan ini dengan mudah. Seingatku hari ketika aku dan Theo kemari, pintu itu dalam keadaan terkunci. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN