Keesokan harinya saat Lingga bangun, ia mendapati kasurnya yang semalam Fio tiduri sudah rapi. Ia melihat ke arah jam diniding, pantas saja ini sudah pukul 9 lewat, Fio pasti sudah berangkat. Niatnya ingin membangunkan Fio, malah dia yang kebablasan. Mengingat kalau hari ini ia juga memiliki jadwal kuliah, dengan tergesa-gesa Lingga bersiap-siap. Meskipun jadwal kuliahnya baru dimulai pukul 1 siang, ia bergegas mengendarai vespanya ke kampus. Perasaan mengganjal masih menggelayut di hatinya pasca pembicaraannya dengan Fio yang menggantung subuh tadi. Sepertinya ada masalah serius yang berusaha disembunyika Fio dari dirinya. Karena itu, saat ini ia berada di depan kelas Fio yang baru saja bubar lima menit yang lalu hanya untuk mendapati kalau ternyata sosok yang dicarinya tidak masuk. P

