Pertemuan Dengan Seseorang

501 Kata
Dion merasa kebingungan dan dia tidak mengerti apa yang akan menjadi sebuah kenyataan ada, wanita tersebut selalu memaksa diri nya untuk melakukan hal tidak di sukai oleh nya saat itu. "Aku tidak mengenal siapa yang kau maksud, sekarang ini kau siapa? aku tidak mau melakukan sesuai yang pantas di lakukan nya demi mendapat kan yang terbaik menjadikan semua nya semakin mendalam saja, seharus nya melakukan itu adalah hal yang sama satu kejadian ini semakin mendalam." Ucap Dion yang merasa kalau diri nya semakin tidak mengerti apa yang akan menjadi sebuah kenyataan ada. "Memang diri ini semakin hari melakukan yang terbaik, demi orang yang akan melakukan yang terbaik di sisi nya, sejauh ini semua nya bisa di lakukan tanpa memikir kan kehidupan di dalam nya. Sekarang ini siapa nya aku itu tidak terlalu penting! Yang terpenting kau lakukan saja apa yang di ingin kan satu sama lain nya lagi, demi mendapat kan yang terbaik." Ucap Wanita yang berada di ponsel tersebut dan dia merasa kalau semua nya bisa di lakukan dalam kehidupan yang nyata saja. Tut... Tut... Tiba-tiba ponsel langsung saja mati dan tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya satu sama lain nya, di sisi lain pun keadaan diri ini. Dion yang semakin penasaran siapa yang akan melakukan hal itu kepada diri nya saat ini, di dalam perjuangan itu tidak ada yang bisa Dion lakukan. "Memang gila! aku tidak mengenal dia dan tidak tahu harus mengatakan nya, sampai detik ini hanya menjadikan sebuah kenyataan yang ada satu yang lain, sedemikian rupa pun menjadi sebuah hal yang baru sampai diri ini semakin mendalam saja, di sisi lain aku hanya tidak mau ada salah paham kepada Yonna yang berharap ingin selalu saja ada." Rutukan Dion yang begitu sangat mendalam saja, di sisi lain tanpa berpikir panjang pun akan keluar dari semua nya menjadi sebuah kenyataan ada. Dion hanya berbikir akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan sebuah kenyataan yang ada, di sini kehidupan itu bisa di lakukan sampai suatu saat dia merasa bersalah kepada diri ini semakin hari tidak menentu saja, sejauh ini dia masih belum bisa berbaik sangka kepada semua nya. "Pokok nya aku harus pulang besok, dan aku berusaha menghindari siapa pun orang nya dan aku tidak mau emmbuat istri aku semakin tidak menentu saja diri ini semakin yakin begitu lah kehidupan tanpa memikirkan diri menjadi sebuah kenyataan ada." Di tempat lain Yonna dia hanya berharap tidak berpikir bagaimana berbaik sangka kepada diri Dion, Yonna masih saja merasa tidak tenang dan tidak pernah berpikir bagaimana nanti akan menjadi sebuah kenyataan diri ini menjadi sebuah keadaan diri menjadi keinginan nyata saja. Keesokan hari nya Dion yang sudah bersiap dan tidak tahu menjadikan hal yang baru, di dalam kehidupan itu bisa di jadikan satu sama lain nya.  "Pokok nya aku sudah siap semua nya, dan segera melakukan yang terbaik satu sama lain, sisi ini menjadi tidak ada bisa di lakukan sampai memikir kan satu hal itu." Suasana di Apartemen nya saat itu terdengar suara ketukan pintu yang menjadi diri nya semakin tidak beraturan saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN