Dia Masih Gelisah

589 Kata
Hati yang sangat gundah, sudah banyak berpikir apa yang melakukan terbaik satu sama lain nya. Di sisi lain Dion masih berdiam saja dan akhir nya dia penasaran langsung membuka pintu dan tidak pernah berpikir bagaimana lagi menghadapi nya satu sama lain nya. Saat Dion membuka pintu dan dia merasa kalau semua nya bisa di lakukan pada diri ini, menjadi sebuah kenyataan yang ada. Wajah yang terkejut dan mata membulat dia memandangi sosok pria yang di depan nya, di saat itu semua nya semakin sunyi dan tidak pernah ada yang membuat diri ini semakin dalam saja. "Kau kenapa datang lagi? aku tidak mau menemui kau saat ini! Menjauh lah dari kehidupan aku." Bentak Dion kepada pria di hadapan nya saat ini. "Hahhaa.... berhenti lah untuk membentak aku saat ini! Aku bisa saja melakukan apa yang membuat semua pekerjaan kau hancur begitu saja, dan aku akan memberitahu kepada istrimu yang baru kau nikahi." Ucap Pria itu kepada Dion yang saat itu masih berdiri di dalam ruangan tersebut. "Jangan berani-berani kau melakukan nya! Sudah aku katakan jangan mengganggu kehidupan aku saat ini, di dalam perjuangan hidup akan menjadi sebuah kenyataan yang ada. Di sisi lain aku berharap kalau semua yang di ingin kan menjadi sebuah kenyataan yang ada, Tidak ada membuat diriku untuk kembali lagi seperti dulu dan tidak mau menghancurkan pernikahan yang sudah aku jalani dengan begitu lama." Ucap Dion yang sangat tegas dan dia merasa terganggu oleh orang yang berada di hadapan nya. "Maka nya aku katakan jangan membuat permasalahan yang ada satu sama lain nya di sisi ini akan menjadi sebuah kenyataan yang ada satu diri ini melakukan diri menjadi kehidupan satu hal yang sama, memang perjalanan diri ini, melakukan yang terbaik satu satu sama lain nya lagi." Pria tersebut dan dia berkata kepada Dion saat itu. "Memang menjadikan sebuah kenyataan yang ada, sekarang aku tidak mau kembali! Tolong mengerti apa yang aku katakan saat ini, perjuangan diri ini semakin dalam saja, keinginan ini mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya. Sekarang pergi dari ruangan aku dan sekarang jangan pernah merasa kalau aku akan kembali lagi!." Jelas Dion dengan suara lantang saat itu juga. Saat ini perjuanga hidup itu akan melakukan yang terbaik satu sama lain nya, di sisi lain kehidupan akan menjadi nyata. Dion sangat geram kepada pria yang sedang berada di depan nya saat ini. "Kau tidak perlu mengusir aku! Saat ini memang aku ingin pergi dan aku juga mau mengingat kan kau untuk tetap waspada apa yang sedang di lakukan saat ini juga, di sisi lain aku berharap tidak melakukan yang terbaik satu sama lain nya." Ucap Pria tersebut dan tidak pernah merasa kalaus emua nya harus di selesaikan satu sama lain nya lagi. "Terserah kau saja, jangan harap kau bisa bertemu dengan aku lagi saat ini, aku tidak mau melakukan apa yang sudah di katakan akan menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain lagi. Di perjalanan hidupmu tidak akan tenang dan tidak ada permasalahan yang harus datang jika melakukan sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya. Memang perjuangan hidup akan melakukan yang terbaik satu sama lain nya." Ucap Dion yang sangat kesal dan dia tidak mau memandang pria tersebut dan dia merasa kalau semua nya bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain nya lagi saat ini. Terdengar hela napas Dion yang merasa lega saat orang itu keluar dari ruangan nya saat itu juga dan dia merasa diri ini semakin mendalam satu sama lain. Di sisi lain kehidupan itu menjadi nyata dan menganggap semua nya bisa di lakukan bersama satu sama lain nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN