Tidak Mengerti

554 Kata
"Huft... aku sangat bingung kenapa ini menjadi sebuah kenyataan yang ada, tidak ada yang bisa di hadapi diri ini semakin mendalam saja, Memang perjuangan diri ini semakin mendalam sampai kehidupan yang nyata menjadi keinginan hidup nya akan melakukan yang terbaik satu sama lain." Ucap Dion di dalam hati nya saat itu begitu gundah setelah tahu akan menjadi petaka dalam hidup nya saat itu. Dion mengambil posel nya dan dia merasa akan melakukan yang terbaik satu sama lain nya di sisi ini menjadikan sebuah kenyataan diri ini melakukan tanpa memikir kan satu sama lain nya. Dengan gugup Dion berbicara kepada Yonna. "Hallo Yonna." Yonna yang mendengarkan nya hanya terdiam dan tidak mau berbicara sedikit pun apa yang sudah di katakan nya saat ini perjuangan hidup akan terus di lakukan sampai semua nya bisa terbukti apa yang akan terjadi satu sama lain nya di sisi ini. "Kenapa lagi? aku sudah katakan kan pergi lah aku tidak akan melarang kau lagi!" Ucap Yonna kepada Dion dan langsung mematikan ponsel nya saat ini juga. Yonna melemparkan ponsel nya ke arah sofa rumah nya dan dia merasa sangat kesal dan tidak ada satu pikiran lagi dengan suami nya saat itu. "Apa-apaan Dion itu! Seharus nya dia tidak usah menjelaskan apa-apa langsung saja pulang dan meminta maaf kepada aku sekarang ini, Dion sangat menyebalkan dan tidak pernah berpikir kalau semua nya bisa di lakukan itu tidak ada satu pun permasalahan pada diri ini semakin mendalam saja. Tunggu saja beberapa hari ini dia tidak pulang dan langsung menghabiskan waktu nya saja." Rutukan Yonna kepada diri nya sendiri di dalam rumah. Ponsel nya masih saja bergetar Dion yang menelepon itu berulang kali. Di sisi lain kehidupan itu akan menjadi sebuah kenyataan saja, hati Dion begitu gelisah dan dia merasa berbuat salah kepada Yonna saat itu, tidak pernah Yonna bersikap seperti itu kepada dia. "Bodo amat! Terserah kau saja, aku akan menghabiskan waktu sendiri dan meninggalkan kau Dion." Ucap Yonna pada diri nya sendiri sambil menatap sinis ke arah ponsel nya yang bergetar. Di tempat lain Dion yang berulang kali menekan nomor ponsel Yonna, tetapi Yonna masih tetap berkeras hati untuk melakukan apa yang telah di lakukan nya saat ini, di dalam perjuangan diri nya semakin mendalam saja, tetapi di dalam kehidupan Dion hanya ingin ada perubahan yang mendalam satu sama lain nya, di sisi lain Yonna lah penyembuh luka dan perubahan yang ada. "Yonna, aku sangat mencintaimu... Tolong angkat teleponku saat ini aku juga masih berpikir apa yang bisa di lakukan diri ini menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya. Aku sudah berjanji kepada ayahmu untuk menjaga kau selama nya tetapi aku melakukan kesalahan ini yang begitu mendalam." Ucap Dion di dalam hati nya sambil menatap ponsel nya saat ini. Tok... Tok...  "Pak, permisi, maaf mengganggu kesibukan bapak." Ucap Sekretaris nya yang bernama Anya. "Iya Anya, ada apa?" "Kenapa? bukan nya sudah di beli tiket untuk pulang?" Tanya Dion dengan heran kepada Anya. "Sekali lagi maaf pak, soal nya ada rapat yang mendadak saat ini harus di selesaikan paling lambat besok, jadi saya harap bapak bisa menyelesaikan semua nya. Saya sudah mempersiapkan semua materi yang akan di bawakan besok pak." Ucap Anya kepada Dion dengan tegas saat itu juga. "Aduh... apa tidak ada waktu yang lain apa Anya? aku tidak bisa kalau tidak pulang saat ini." Ucap Dion Kepada Anya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN