Semakin Kesalnya

535 Kata
"Maaf pak, ini masalah perusahaan yang harus di selesaikan saat ini juga, dan semua perlengkapan semua sudah di siap kan dan tidak bisa di batalkan begitu saja. Sekali ini saya mohon jangan membuat permasalahan untuk perusahaan pak." Anya berkata dan meletakan semua berkas di hadapan Dion yang sangat menumpuk. Dion hanya bisa terdiam dan dia tidak tahu harus berkata apa lagi saat ini, perusahaan yang baru saja di dirikan nya susah payah, tanpa berpikir panjang kehidupan itu akan menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya lagi. "Oke baiklah Anya, aku akan menyiapkan semua nya dan aku harap jangan melakukan apa pun sebelum aku hadir besok! Aku butuh waktu untuk menyelesaikan semua nya. Ooo iya, apakah besok selesai meeting akan cepat?" Tanya Dion kepada Anya saat itu. "Saya sudah mengusahakan untuk menyelesaikan dengan cepat tetapi besok meeting nya jam satu siang sampai malam jam delapan malam pak, di karena kan kita akan menghabiskan banyak waktu untuk makan siang dan malam dengan peserta meeting pak, saya harap bapak bisa mengerti apa yang akan di selesai kan saat ini." Jelas Anya dengan wajah yang sangat sendu. "Oke baik lah, kalau begitu kau boleh beristirat sebentar, dan kau akan melakukan tugas kembali lagi besok dan saat ini, aku harap semua nya bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain. Dan satu lagi Anya, besok tolong siapkan tiket pesawat untuk pulang juga besok pagi nya dan aku tidak mau nanti kita akan telat pulang." Dion berkata kepada Anya. Anya tersenyum dan dia merasa kalau Dion sangat lelah dengan semua nya saat ini, lalu dia berkata kepada Dion. "Baiklah Pak, saya akan menyiapkan nya dan saat ini saya akan permisi pulang dulu dan dia merasa kalau semua nya akan berjalan dengan lancar jangan merasa kalau bapak akan sendiri saja di sini."  Ucap Anya kepada Dion saat itu hanya bisa terdiam saja tanpa memikirkan satu sama lain nya lagi.  Di sisi lain kehidupan nya itu berjalan dengan lancar, Dion merasa kalau semua nya bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain nya. Kegelisahan diri ini semakin tidak berarti jika di ingin melakukan yang terbaik satu sama lain saja di dalam kehidupan diri ini semakin mendalam satu sama lain nya di hadapan ini akan berjalan dengan kehidupan nyata saja. "Aku harus tenang, jangan sampai gelisah." Ucap Dion di dalam hati nya. Yonna masih sangat kesal di malam itu, dia masih tetap tidak mau angkat telepon dari Dion suaminya. Semua itu dilakukan agar tidak ada permasalahan Sampai detik ini pun dia menganggap kalau suaminya tidak memiliki perasaan Sedikit pun atau bagaimana. Yonna langsung menelepon Anya sekretaris Dion yang saat itu tidak tahu harus berkata apa lagi sampai dia harus mengerti apa yang harus di katakan lagi. sampai dia penasaran dan akhirnya menelpon. "Hallo Anya!" "Iya bu, ada apa?" Tanya Anya kepada Yonna di seberang telepon itu. "Hmm... Dion harus berapa lama lagi di sana?" Tanya Yonna dengan penasaran nya. "Hmm... soal itu Ibu kemarin Pak Dion sudah menyiapkan tiga untuk pulang malam ini malam terakhir kita meeting bersama dengan rekan bisnis Pak Dion, Besok saya akan kabarin ibu jika kita mau berangkat dan mulai bergerak jangan khawatir Bu saya akan melakukannya demi kebaikan bersama, Apakah ibu baik-baik saja?" ucap Anya kepada Yonna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN