Keesokkan paginya Yonna yang telah mempersiapkan makanan untuk suaminya dengan wajah yang begitu bahagia, “Selamat pagi Dion...”
“Iya pagi Yonna, sepertinya sarapan pagi ini nikmat sekali.” Ucap Dion yang memuji istrinya yang telah menyiapkan makanan itu.
“Kau sangat berlebihan Dion, aku memang selalu mempersiapkan sarapan pagi untuk Ayah, jadi sampai sekarang aku tidak bisa melepaskan kebiasaan itu walaupun di rumah telah memiliki asisten rumah tangga. Bagiku mengerjakan sesuatu saat tidak bekerja di kantor itu begitu menyenangkan, tetapi aku juga suka bosan jika berada di rumah saja makanya aku berusaha untuk bekerja saja.”
“Kau memang wanita yang pekerja keras, aku harap tidak ada permasalahan apa-apa lagi, mau kau bekerja atau tidak itu semua keputusanmu, aku sebagai suami akan terus mendukung.” Ucap Dion dengan senyuman yang sangat manis.
“Terima kasih Dion, kau memang sangat pengertian, dan pemikiramu juga sangat dewasa di bandingkan aku yang hanya bisa memarahimu saja, padahal kau begitu baik kepadaku seperti ini. Aku minta maaf ya suamiku.”
“Hehehe... iya iya, jangan seperti itu, berharap kau itu bisa menjalankan hidup ini seperti orang pada umumnya, bukan terkekang oleh suami yang tidak pernah memperbolehkan apa yang semua kau inginkan, sama saja kau bukan suami idaman wanita.”
“Kau ini bisa saja Dion, aku semakin bersalah jadinya. Hm... bagaimana kalau malam nanti kita berdua makan malam sebagai permintaan maafku kepadamu yang membuat masalah saja.”
“Baiklah kalau begitu, setelah pulang bekerja aku akan menemui di Restoran biasanya, kau pergi saja dulu sambil menunggu aku pulang bekerja.”
Yonna menganggukkan kepalanya akhirnya mereka bisa menjalankan hidup mereka dengan damai tidak ada yang bisa di sembunyikan lagi di antara mereka berdua, Yonna yang sudah merasa kalau Dion sudah menjadi suami yang sangat super menghadapi dirinya yang sangat keras kepala ini.
Di tempat lain Alden yang masih belum menerima apa yang sudah terjadi padanya, pekerjannya yang sekarang begitu tidak bisa begitu saja, bayangannya yang selalu terlintas di pikirannya hanya Yonna yang dia cintai saat ini, tidak ada yang bisa menghadapi kesakitan seperti Aden rasakan ini.
Alden selalu merutuk di dalam hatinya dengan kata yang sangat jarang dia katakan, “Sialan kau Yonna! Bisa-bisanya kau tidak pernah berpikir kalau aku tidak mencintaimu, saat ini juga kau menganggap aku menjadi orang tidak berarti di hidupmu, meninggalkan aku demi orang pilihan orang tuamu. Bertahun-tahun aku selalu bersamamu tetapi semua pilihan itu hanya tertuju kepadamu saja, aku tidak berpikir kalau semuanya bisa berjalan tidak baik seperti yang aku harapkan selama ini, coba pikir kalau nanti suatu saat nanti aku akan kembali dan menjadi milikku, argh .. itu tidak mungkin semuanya bisa terjadi, aku berharap dia mengingat masa-masa indah bersama aku selama ini. ”
Suasana pagi yang cerah itu Dion yang sedang duduk memandangi pemandangan pagi yang membuatnya semakin ceria. Yonna melihat suaminya langsung menghampiri dan berkata “Selamat pagi sayang ...”
“Iya selamat pagi.”
“Aku berharap hari ini berjalan dengan baik ya.” ucap Yonna kepada Dion.
“Iya sayang, kau terlihat ceria sekali ada apa?” Tanya Dion.
“Ada yang salah kalau aku ceria, padahal berusaha terus tersenyum memandangi wajahmu yang tampan itu hehe ...”
Dion tersenyum dan berkata, “Beraninya kau menggombali aku sepagi ini, jangan katakan kalau kau ada maunya pagi ini denganku?”
“Sayang kau tidak merindukan aku apa? Kau pikir kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua saja, kau ingat saat bulan madu yang sangat menyebalkan itu, kau memberikan kesan yang sangat membuat aku menjadi orang yang tidak berarti kepadaku. Tidak ada satu pun kau berpikir kalau kita seorang pengantin baru. ” Jelas Yonna.
“Jangan marah begitu, aku harap kau tidak berpikir bagaimana kalau kau sangat sakit saat kejadian itu, padahal aku tidak begitu begitu. Kemari lah dekat denganku. ” Ucap Dion yang langsung mengecup dahi Yonna yang sedang berada di pangkuannya.
Wajah Yonna begitu sangat bahagia memandangi wajah Dion yang sangat romantis kepadanya pagi-pagi sekali.
“Dion, jangan lakukan di depan orang banyak aku sangat malu.” Ucap Yonna kepada Dion.
Tiba-tiba Dion menggendong Yonna menuju kamarnya dan mereka berdua saling bertatap mata dan akhirnya Yonna sudah sudah terbaring di tempat tidur, “Dion kau mau melakukan apa? Aku sudah merasa seperti orang yang sangat bernafsu saja.”
“Bukan kah ini yang kau inginkan Yonna, pagi ini semuanya aku lakukan demi mendapatkan yang kau inginkan.”
Senyuman Tipis Dion terlihat jelas tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini, “Teruslah mendesah aku sangat menyukainya.”
Dion sudah merasa tiba-tiba Yonna sudah berada di atas tubuh Dion dan mulai lah wanita. Saat itu juga Dion kembali tersadar kalau Yonna sedang berada di atasnya. Tiba-tiba permainan itu berhenti begitu saja, Dion yang merasa malu kepada Yonna, “Yonna sudah lah aku sudah terlanjur malu.”
“Dion, kau kenapa begitu?” Tanya Yonna
“Sudahlah, aku memang tidak berguna saat ini.” Ucap Dion dengan wajah yang sangat merasa menderita.
Yonna hanya termenung dan memandangi Dion yang sudah meninggalkan dia begitu saja. Di dalam hatinya berkata “Kenapa Dion Begitu? Ini untuk ke berapa kalinya dia tidak bisa memuaskan aku begitu saja, cepat sekali batangan nya melemah saat memandangi wajahku. Aku sangat sedih, apa dia telah memiliki wanita lain yang membuat dia sangat b*******h kembali.”
Yonna termenung di rajang, meratapi nasibnya yang telah di campakkan oleh Dion begitu saja saat ini.
Berjam-jam dia menunggu Dion di rumah, sampai lah malam harinya Dion masih tetap tidak bisa di hubungi lagi.
Tok... tok...
Terdengar suara ketukan pintu, dengan senang hati dia melihat dan merasakan kalau yang mengetuk pintu itu adalah Dion, dengan semangat dengan segera dia membuka ternyata di balik pintu itu adalah Alden yang sedang menunggu dari tadi di luar. “Kenapa lagi Alden?” Tanya Yonna dengan wajah yang sangat membingungkan.
“E... itu aku merasakan kalau persoalan kemarin kita bisa menyelesaikan dengan baik-baik Yonna.”
“Maksudnya menyelesaikan dengan baik bagaimana itu? Aku masih belum mengerti apa yang di maksud.”
“Aku mau kita baik-baik saja, biarkan hubungan ini berjalan seperti biasa saja, dan kau tetap menjalani dengan suamimu. Aku tidak bisa berpisah denganmu Yonna, aku harap kau bisa mengerti apa maksudku.”
“Alden, aku dan kau sudah tidak ada apa-apa lagi. Aku sudah memiliki suami yang sangat menyayangi aku Alden, aku tidak bisa menjalani hubungan dengan dua orang pria sekaligus begitu.”
“Aku mohon Yonna, ini permintaan aku kepadamu, saat ini hanya kau yang aku cintai, rasanya hidup aku hampa bila jauh darimu saat ini. Memang tidak ada yang bisa aku lakukan selain mendapatkan yang terbaik mu.” Ucap Alden yang terus saja membujuk Yonna agar dia semakin luluh.