Di dalam hati Yonna kebingungan dia tidak merasa ada yang bisa dia lakukan lagi sekarang. Akhirnya dia mengejar Alden dan memperjelas kan semuanya, “Alden !!! tunggu. Teriakkan Yonna menghampiri Alden.
Alden membalikkan tubuhnya dan berkata “Apa lagi yang mau di jelaskan saat ini? Semuanya sudah cukup jelas, aku tidak mau menghancurkan pernikahan kalian. Di tambah lagi pernikahan kalian juga baru di jalani. ”
“Dengarkan aku dulu! Ini semua salahku, seharunya aku memberitahumu terlebih dahulu, tetapi hatiku sangat berat mengatakannya kau begitu baik Alden, aku mencintaimu untuk melepasmu saja aku tidak bisa. Pernikahan ini aku jalani bukan di dasarkan cinta tetapi kehendak Ayah dia yang mempertemukan aku dengan suamiku saat ini, kita berdua menikah juga bukan di dasarkan cinta. ”
“Kalau bukan di dasarkan cinta jadi apa? Perlu kau tahu kalau memutuskan menikah berarti kalian berdua sudah memiliki perasaan terlebih dahulu, Argh ... kau memang pengkhianat Yonna kau ingat janji kita berdua saat itu, kau bertanggung jawab atas cinta kita sampai kita akan menikah tetapi kau malah pergi meninggalkan aku tanpa kepastian mau di bawa ke mana hubungan ini. ”
“Kau tahu kalau hubungan kita tidak di restui oleh ayahku. Aku tidak menyangka juga kalau Ayahku menikahkan aku dengan pria itu, sekarang percaya lah kepadaku, aku mohon mulai sekarang aku tidak bisa bersamamu lagi, seharusnya aku katakan saat itu terjadi, setelah ini apa aku bisa menjadi temanmu yang selalu ada? ”
“SUDAHLAH! Omong kosong apa ini yang kau katakan, sekarang kita tidak memiliki hubungan apa-apa, biarkan aku tenang dulu menghadapi semuanya, aku juga tahu kalau kau itu hanya membuat diri ini semakin menderita saja. Sekarang biarkan aku terlebih dahulu, dan sekali lagi selamat telah menempuh hidup baru. ”
Alden pergi meninggalkan Yonna sendiri, wanita itu menangis dan terus melihat langkah Alden pergi begitu saja, di dalam kata-kata, “Alden maafkan aku ... aku tidak tahu lagi bagaimana menghadapi kehidupan ini, kau yang aku sayang telah pergi meninggalkan aku sendiri dan sekarang yang harus aku hadapi Dion suamiku yang telah menerima aku apa adanya. Perlahan Yonna melangkahkan kakinya ke dalam rumah dan dia menghampiri Dion yang sedang duduk di dalam kamar.
“Dion ...”
"Hm ..."
“Soal tadi aku minta maaf, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, berlabuh kepadaku setelah ini kau jangan marah apa yang sudah terjadi.”
“Iya katakan saja, aku akan mendengarkan semuanya.” Ucap Dion dengan nada datar saja.
“Hm ... pernikahan kita terjadi pada saat aku dan pria tadi tidak di restui oleh Ayah, jadi aku tidak pernah tahu kalau ayah telah merencanakan semuanya dan sesuai mau dia, saat itu aku pernah memperkenalkan Alden kepada Ayah tetapi Ayah tidak pernah merestui hubungan kita berdua saat itu. Dan beberapa minggu saat itu mempersiapkan semua pernikahan kita berdua berdua. ”
“Huh ... terus?”
“Iya terus kita menikah, dan salahnya aku tidak memutuskan hubungan kepada dia makanya terjadi kesalahpahaman ini. Aku sekarang telah menyakiti dua laki-laki di hidupku. ”
Dua laki-laki sapa?
Kau dan Alden! Jawab singkat Yonna.
“Hm... kau hanya menyakiti Alden karena kau telah mengkhianati dia, sedangkan aku hanya bisa menerima karena aku tidak tahu apa-apa masalah pernikahan ini selain kau memang masih sendiri. Seharusnya jika kau tidak menyukai pernikahan ini pasti semuanya bisa kita selesaikan dan batalkan. Jangan memaksakan kalau kita tidak menyukai hal itu. Tetapi sekarang mau di apakan lagi kita berdua hanya bisa menjalankannya dan sampai membuat diri ini tidak ada permasalahan lagi.”
“Huh, jadi kau marah tidak kepadaku?”
“Marah? Untuk apa juga, sekarang ini kita sudah menikah tidak bisa pernikahan di permainkan. Kau sudah mengambil keputusan yang bulan untuk meninggalkan kekasihmu demi aku yang sudah menjadi suamimu, sekarang berpikir positif agar kita bisa menjalani hidup ini seperti air mengalir saja Yonna.”
“Kau sangat simple menanggapi suatu masalah, padahal aku sudah berbuat salah yang membuat pria marah, apalagi kau suamiku akan marah mengetahui kalau aku memiliki kekasih yang belum aku putuskan.”
“Aku sudah mengerti kalau kau menutupi sesuatu kepadaku, tetapi aku berusaha untuk berbaik sangka saja kepadamu, hidup baru ku ini antara kau dan aku bukan orang lain, jadi aku harus berusaha menjaganya bagaimana menjalankannya.” Ucap Dion dengan tenang.
“Aku semakin bersalah kepadamu Dion.”
“Sudah kemarilah peluk aku, berjanjilah kepadaku untuk tidak mengulanginya lagi, aku sudah mengerti sekarang ini penyebanya kau tidak pernah memperlakukan aku sebagai suamimu.”
“Kata siapa? Aku tahu kodrat sebagai istri itu apa! Hanya saja kau yang tidak mau bermesraan kepadaku saat ini. Menyebalkan sekali kau Dion.”
Akhirnya mereka berdua seperti orang yang tidak ada permasalahan yang menimpa mereka.
Setelah pertemuan mereka itu membuat Alden semakin tidak mengerti bagaimana menghadapi hidupnya begitu hancur karena cinta, kekesalan pada dirinya sendiri terus di lakukan, “Arrggg... kenapa ini terjadi padaku, padahal aku berusaha untuk menikahinya dan membuat semuanya menjadi diri ini semakin kuat. Saat itu juga Yonna menghancurkan hatiku yang sudah aku bangun dengan baik. Satu-satunya wanita yang sudah menerima dan menyayangi aku dengan tulus saat itu hanya Yonna tetapi akhirnya dia menyakitiku begitu saja, Yonna aku sakit, aku belum bisa menerima apa yang telah terjadi ini, aku ingin tidak ada permasalahan yang terjadi padaku, semoga saja aku bisa segera melupakan istri orang. Huft... mau sampai kapan aku begini meratapi kesedihanku.” Rutuk Alden yang sudah stress memikirkan kejadian yang sudah terjadi saat ini pada dirinya. Dia membuka galeri ponselnya dan menemukan foto kebersamaan dengan Yonna, air mata yang menitik itu membuat dia semakin tidak bisa melupakan Yonna. Banyak kenangan yang mereka jalani berdua saat ini juga Alden merasa menjadi pria yang tidak beruntung, tidak ada satu pun yang membuat dirinnya menjadi orang yang bahagia mendapatkan cinta sejatinya yang dia dambakan saat ini.
Sesampainya dia dirumah, teriakkan histeris Alden terdengar kuat. “Arrgg...!!! YONNA.... kau begitu berarti bagi hidupku, aku tidak bisa hidup tanpamu bisa-bisanya kau menyakitiku dengan cara yang begitu kejam, sampai sekarang ini kau masih memilih pria itu di bandingkan aku yang sudah lama menemani kau dari dulu. Pria itu orang yang baru kau kenal Yonna bisa-bisanya kau menerima begitu saja tanpa kau berpikir kalau ada orang lain tersakiti Yonna.”
Hancur!!! yang di rasakan Alden, dia terbaring dengan lemah, tubuhnya yang lesu menghadapi pahitnya hidupnya saat mendengarkan kekasihnya yang dia cintai telah mengkhianatinya.