Tidak ada yang menyangka bahwa anak yang diperintahkan oleh tuan Pedras untuk menyelesaikan masalah dan bug sistem adalah murid di tahun pertama. Awalnya mereka hanya mengganggap bahwa ada orang dibalik sosok murid itu. Untuk kemampuannya, siapa yang akan mempercayai bahwa murid di tahun pertama yang belum melaksanakan pembelajaran secara resmi dapat mengatasi masalah sistem ?
Namun apa yang mereka lihat saat ini, anak yang bahkan masih memiliki lemak bayi di wajahnya dan duduk di tahun pertama sekolah kini terlihat sangat lihai dalam merangkai kode. Kecepatan jari-jari yang dimiliki anak itu saat bermain dengan kode sistem bahkan lebih cepat dari milik Zyn—yang merupakan setengah dwarf dimana keahliannya sudah diakui oleh ketua asosiasi Tekno. Zyn sendiripun tidak bisa menyangkal bahwa memang Arthur lebih lihai daripada dirinya. Kecepatannya dalam memindai kode sama sekali tidak terlihat sebagai seorang amatir. Yang lebih sulit dipercaya adalah dia dapat mengoperasikan enam komputer AI secara bersamaan dan bahkan bisa mendeteksi kesalahan dalam hitungan detik.
Arthur sendiri tengah tenggelam dalam dunianya. Dia sama sekali tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya atau orang-orang yang mulai tertarik untuk melihatnya. Tugasnya saat ini adalah menemukan berkas yang telah terblokir oleh sistem dikarenakan bug.
“Tolong masukkan data milik siswa Lohan, Simoc, dan Aiden. Aku perlu masuk pada akun mereka karena hanya mereka yang memiliki bug sistem.” kata Arthur tanpa mengalihkan pandangannya pada deretan kode yang terus bergerak. Arthur bisa saja melakukannya sendiri. Namun dia tidak ingin lebih menarik perhatian dikarenakan dapat meretas data ID siswa yang seharusnya memiliki sistem keamanan tertinggi saat ini. Tentu saja itu tidak berarti bagi Arthur yang telah terbiasa menggunakan sistem keamanan jauh lebih ketat dan aman di masa depan.
“Baik.” Zyn adalah yang pertama kali menanggapi Arthur dan segera memasukkan ID siswa yang disebutkan pada komputer di sebelah Arthur. Itu adalah ID siswa yang telah membuat kecurangan dalam sistem. Zyn sudah menghafalkan ID ketiganya dan bahkan Arthur sendiri dalam ingatannya. Karena itu memang diperlukan untuk mengatasi masalah video. Data pada ID card pasti akan diperbaharui dan diganti sandinya setelah masalah ini selesai demi menjamin keamanan dan kerahasiaan siswa.
“Aku sudah memasukkan semuanya termasuk milikmu.” ucap Zyn.
“Terimakasih.” Arthur tidak menoleh dikarenakan coding yang tengah dia lakukan namun dia masih menunjukkan senyum terimakasih pada Zyn. Jari jemari Arthur terus bergerak tanpa jeda. Di dalam layar hologram, semua orang dapat melihat kode-kode berwarna merah berubah menjadi hitam setiap kali Arthur menekan tombol enter. Tanpa sadar, mereka melupakan sejenak tugas mereka dan lebih tertarik untuk melihat bagaimana Arthur bekerja.
“Aku tidak menyangka bahwa siswa tahun pertama saat ini adalah monster.” ucap salah satu siswa kelas atas yang hari ini ikut dalam proyek pembaharuan sistem.
“Benar, aku juga tidak akan percaya bahwa dia dapat dengan mudah melakukan coding. Lihat jarinya, bahkan aku yakin diantara kita tidak ada yang menandingi kecepatannya.”
Mereka saling berbisik memuji bagaimana Arthur mengatasi masalah. Namun ada juga sedikit diantara mereka yang menantikan bagaimana Arthur gagal memperbaiki video. Bagaimanapun pada sistem jelas apa yang divisualkan oleh pikiran murid selama tes, itu yang akan direkam oleh sistem. Namun dekan telah mengatakan bahwa Arthur dapat memulihkan memori awal sistem yang terblokir dikarenakan bug sistem yang membuat antara visualisasi peserta ujian dengan sistem berbeda. Hal itulah yang mempengaruhi skor siswa selama tes.
Tiga jam berlalu dengan begitu saja. Saat ini semua orang jelas tidak akan berdiam diri menunggu Arthur bekerja. Semua sudah kembali ke tempat masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Hanya Zyn yang setia berdiri di samping Arthur dan melihat setiap perkembangan Arthur dalam coding. Itu memang adalah tugas Zyn sebagai penanggungjawab coding dalam sistem. Dapat dikatakan jika terjadi bug pada sistem, sebagai ketua pemrograman jelas dia yang paling bersalah. Jadi karena saat ini tugasnya tengah digantikan oleh Arthur, dia tidak mau berdiam diri. Dia terus mengamati Arthur, kadang-kadang dia mendengarkan perintah Arthur saat pemuda itu membutuhkan bantuan dalam memasukkan berkas, atau sekedar memblokir kemungkinan virus yang datang menyerang saat proses pengcodingan dilakukan. Satu jam kembali berlalu. Tiba-tiba saja jemari Arthur berhenti, layar hitam yang penuh angka berubah menjadi tampilan awal komputer,
“Akhirnya…” Arthur langsung menekan tombol enter.
Sebuah tulisan berbunyi ‘block sistem telah dibuka.’ Di layar komputer AI sebelum akhirnya sebuah video langsung muncul di layar hologram dan berputar. Itu adalah video milik Aiden. Berbeda dengan gambaran konyol Aiden saat menghadapi rasa takutnya yang menampilkan dirinya yang tengah melawan mikroorganisme. Pada video yang diputar saat ini jelas Aiden tengah bertarung dengan ribuan monster. Monster itu terlihat berukuran sepuluh kali lebih tinggi daripada manusia biasa, dengan badan besar mungkin lebih dari lima seribu pounds memiliki tubuh berwarna hijau lumut, bersisik licin, dan berlendir. Mereka memiliki sepasang taring berwarna hitam dengan gigi-gigi yang seperti gergaji. Monster itu tampak gesit dan berkoloni. Itu bukanlah monster yang pernah ditemui siapapun saat ini. Bagaimana mungkin seorang Aiden dapat memvisualkan monster sedetail itu seolah dia pernah melihatnya—bukan hanya ilusi. Dan bagaimana hal itu menjadi sebuah ketakutan jika memang Aiden belum pernah melihatnya?
“Itu… apakah benar ini nyata dari pikiran? Jika tidak, aku akan mengatakan bahwa Arthur memiliki bakat editing sangat jenius.” salah satu anggota berkomentar. Gambaran di dalam video begitu realistis dan menegangkan. Bahkan gambaran Aiden yang beberapa kali dibantai dan bangun lagi membuat semua orang merasakan atmosfir menegangkan.
“Aku berani bersumpah, bahwa ini adalah gambaran asli dari apa yang ditakutkan oleh Aiden. Aku hanya mengeluarkan hal yang telah di blokir oleh sistem karena bug.” bukan hanya mereka, jika ada yang bertanya siapa yang paling terkejut saat melihat visual Aiden, maka Arthurlah orang itu. Mereka mungkin tidak tahu, namun dia—Arthur dapat menjamin bahwa monster itu ada! Itu adalah monster revolusi dari monster air tawar dan slime. Mereka berkoloni dan senang memakan daging , mereka dapat digolongkan sebagai kanibalisme, tubuh mereka berbau busuk bahkan melebihi bau busuk bangkai sekalipun. Tapi monster itu hanya akan datang beberapa tahun kemudian. Seharusnya Victor dan Vanessalah yang akan menemui mereka dalam raid pertama mereka di dungeon rank A. Karena itu Vanessa mengalami luka parah pada pergelangan kakinya, dan Victor hampir saja menjadi buta. Lalu mengapa Aiden dapat memvisualkan ini? Itu hanya akan terjadi jika…
“ Jika ini nyata berarti dia memiliki kekuatan prekognisi.” Zyn yang membuka suara.
“Prekognisi? Maksudmu kekuatan meramal masa depan?” tanya salah satu diantara mereka.
“Kalau begitu dia adalah jenius langka abad ini! Aku ingat bahwa seorang prekognisi yang pertama dan terakhir sudah tidak ada sejak lima ratus tahun yang lalu. Menurut catatan sejarah, beliaulah yang juga meramalkan tentang bencana dungeon ini serta pahlawan-pahlawan yang terpilih untuk membersihkannya sejak bumi mulai berevolusi.”
“Jika itu memang benar, aku harap semua yang ada disini dapat menutup mulutnya agar berita ini tidak bocor. Kalian tau apa konsekuensi yang akan kita tanggung jika berita ini diketahui oleh orang yang salah. Aku memperlihatkan kalian karena ini untuk melihat apakah aku sepenuhnya sudah mengatasi blocked pada sistem. Untuk video selanjutnya aku yakin senior lebih mengetahui apa yang harus dilakukan.”
Zyn langsung mengerti maksud dari Arthur, “Aku mengerti maksudmu. Semua data ini dapat kau kunci dan akan langsung aku serahkan pada dekan. Untuk pengubahan sandi itu semua akan dilakukan oleh keluarga masing-masing.”
“Arthur, apa kau ingin aku juga mengirimkan datamu pada dekan?” tanya Zyn. Kali ini nada Zyn jelas lebih lunak dan bahkan terdengar lebih seolah Zyn hormat pada Arthur.
“Tentu saja senior. Meskipun aku memperbaiki sebagian masalah sistem, aku tetap harus melakukan sesuai prosedur. Jika aku mengambil sendiri, bukankah aku melakukan kecurangan?” Arthur berkata dengan wajah serius dan polos. Namun tanpa semua orang tahu bahwa cincinnya telah menyimpan dengan baik setiap rekaman video dari semua teman-temannya termasuk Adel dan Prisillia. Itu harus dia lakukan karena dia ingin mengetahui hal apa yang dulu mereka hadapi saat itu. Karena itu bisa jadi menjadi kelemahan mereka, Arthur ingin menemukan cara untuk mengatasi hal itu.
Mendengar jawaban Arthur, Zyn merasa puas, “Aku sangat menghargaimu. Nah semuanya dapat kembali bekerja. Lakukan pengecekkan data dan temukan kesalahan-kesalahan lain pada sistem. Setidaknya masalah video telah selesai, jadi kita dapat fokus pada bug lain.” Zyn berteriak pada rekan-rekannya.
“ Dan ingat untuk tidak menceritakan apapun tentang video hari ini.” Zyn mengingatkan. Dengan pengingat Zyn, semua orang di dalam laboratorium bersumpah untuk tidak akan membocorkan video hari ini. Zyn memang masih muda. Dia baru berusia dua puluh enam tahun. Namun dengan bakatnya dia dapat menjadi asisten dari Maiya—ketua asosiasi tekno. Ditambah dengan darah setengah dwarf ditubuhnya, menjadikannya seorang ahli dalam pencipta alat. Dia dapat memunculkan ide-ide cemerlang mengenai alat-alat penunjang para penyihir maupun ksatria dan dia juga bekerja secara efisien. Jadi tidak akan ada yang memandangnya sebelah mata. Senior di asosiasi menghargainya, disisi lain junior magang menghormatinya.
Saat ini semua kesibukan telah terhenti saat Arthur mulai memutar video. Awalnya mereka hanya ingin melihat bagaimana hasil dari Arthur. Sedikit diantara mereka juga ingin melihat bagaimana Arthur gagal dalam perbaikan ini. Diluar dugaan, mereka justru mendapatkan hal yang sebaliknya. Setelah perbaikan pada visualisasi sistem, selain visual dari sistem yang lebih tajam dan nyata, kini mereka semua tahu tentang bakat langka yang mungkin akan membuat Aiden dalam masalah jika hal ini diketahui khalayak umum. Jadi
Itu adalah gambaran monster yang bahkan belum terdaftar di Pecto—sebuah departemen biro keamanan publik. Sebuah institut yang menangani masalah dungeon, monster maupun jarahan dari hasil berburu. Di sinilah orang-orang mendaftarkan diri untuk melakukan raid atau penjelajahan dungeon. Bagi warga sipil, tempat ini juga digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai penambang batu mineral dikarenakan para petualang akan membuang-buang waktu jika harus mengangkut batu mineral di dalam dungeon. Hampir sebagian penduduk tanpa kekuatan spesial menengah kebawah bekerja sampingan sebagai pengangkut batu mineral. Selain sebagai bahan ganti pembangkit listrik, kadang batu mineral di dalam dungeon juga digunakan sebagai penyimpan mana cadangan bagi para petualang. Tergantung dengan tingkat kualitas batu itu.
“Arthur, terimakasih telah menemukan dan menyelesaikan masalah pada alat pengujian bakat ini. Asosiasi kami pasti akan memberikan imbalan yang baik untukmu.” Zyn mendekati Arthur saat semua orang kembali pada kesibukannya masing-masing.
“Senior tidak perlu melakukan hal itu. Aku hanya melakukan tugasku. Untuk masalah sistem yang lain, saya dapat memberi senior rincian kesalahan sistem pada alat pengujian bakat. Namun saat ini saya harus buru-buru kembali ke kamar saya dikarenakan suatu hal.” Arthur ingat dia masih harus membereskan hal dikarenakan Julian. Dia yakin bahwa Julian datang tidak hanya untuk melihat videonya, melainkan juga menjemputnya. Keluarga besar mungkin sudah tahu tentang berita kekuatannya. Mereka—keluarga besar Dewantara bukanlah orang yang sabar, jadi pasti mereka akan datang kepada ayahnya untuk dapat bertemu dengannya.
“Baiklah Arthur, kita dapat keluar bersama. Kebetulan aku juga harus mengirimkan file ini pada dekan.”
Zyn bisa saja mengirim semua video itu melalui sambungan internet. Namun dikarenakan dia sudah tahu betapa data ini sangat rahasia, Zyn tidak ingin mengambil resiko adanya peretasan data melalui pesan. Jadi setelah menyalin semua video yang bersangkutan melalui cincin spasial, Zyn ingin menyerahkannya langsung pada dekan.
“Kalau begitu saya sangat bersyukur.”
Dengan demikian kehebohan di dalam laboratorium berhenti disitu. Mereka bertindak seolah-olah tidak terjadi apapun seolah mereka tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Tidak akan ada yang tahu bahwa dalam pikiran mereka, mereka merasa sangat bangga karena menjadi bagian pemegang rahasia terbesar akademi tentang bakat langka. Dengan bakat prekognisi, siapa tahu pada pertandingan persahabatan tahun depan mereka dapat mengalahkan pesaing akademi mereka—akademi Royal!
***
Seperti dugaan Arthur, setelah Julian mendapatkan videonya dalam tes pengujian bakat, Julian langsung memberikannya surat ijin keluar selama dua hari dikarenakan hal khusus keluarga. Seharusnya hal itu tidak dapat dilakukan kecuali dalam keluarga ada momen kematian. Namun jika itu perintah dari duke, jelas menjadi cerita yang berbeda.
Julian telah memberinya sebuah kartu sebagai kunci masuk ke salah satu penginapan bernama Obyn. Julian mengatakan bahwa itu adalah penginapan atas namanya sendiri dan kartu yang diberikannya adalah duplikat dari kunci utama penginapan dimana dia dapat bebas keluar masuk dan menginap tanpa membayar. Dan Julian mengatakan bahwa dirinya hanya memberikannya pada Arthur sedangkan Adele tidak. Namun jika suatu saat nanti Adele membutuhkan tempat menginap selama itu cabang dari Obyn, Arthur dapat meminjamkan kartu itu pada Adele.
Sambil menata barangnya, Arthur mendesah, “ Sungguh diskriminasi yang mencolok antara anak pertama dengan kedua. Aku sungguh menyesal pernah merasa bahwa aku sangat dimanjakan dengan uang bulanan yang fantastis. Tapi pada kenyataannya Julian bahkan memegang salah satu aset keluarga penghasil emas!” dengan berkata demikian, Arthur telah selesai menata barang-barang yang diperlukan untuk pergi ke rumahnya.
Adele mungkin tengah menunggunya di asrama wanita. Arthur yakin saat ini semua teman-temannya tengah menunggunya dengan Adele. Jadi Arthur tidak berpikir untuk mengirim pesan pada teman-temannya atau meninggalkan pesan pribadi untuk Aiden. Dengan demikian, Arthur melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. Siapa yang menyangka begitu dia membuka pintu ada sosok wanita berdiri di depan pintu seolah telah menunggunya dan laki-laki berambut merah di belakang sosok wanita itu yang memandangnya dengan sorot wajah minta maaf.
“Selamat sore Arthur, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?”