BAB 15 Perbaikan Bug Sistem

2459 Kata
“kau tahu? Ada kalanya aku mempertanyakan dunia seperti apa dahulu sebelum gate ataupun monster itu muncul. Apakah dunia itu memiliki sihir? Atau dunia itu memiliki semua hal alami tanpa sihir dan evolusi genetik. Itu pasti dunia yang sangat nyaman dan alami.” Pandangan Pedras tampak menatap jauh di ujung. Entah apa yang ada dipikirannya, namun sepertinya itu bukan hal yang bisa ditanyakan oleh Julian. Saat ini Pedras dan Julian duduk disamping jendela besar ruang arsip yang dibuka dengan lebar. Jendela itu biasanya tidak pernah dibuka. Pertukaran udara yang dilakukan adalah dengan bantuan sihir pembersih. Namun kali ini sepertinya Pedras ingin mengubah suasana menjadi lebih alami dengan membuka jendela yang memperlihatkan taman akademi yang dihiasi bunga yang baru saja mekar di awal musim semi ini. Dengan secangkir teh yang menemani keduanya dan beberapa kue kering, suasana tampak lebih santai. “ kau pasti terkejut melihat perubahan yang tiba-tiba dari adikmu. Sesungguhnya masalah Arthur yang bersekolah disini hanya aku yang mengetahuinya secara detail. Bahkan kepala sekolah Xion sama sekali tidak tahu alasan sebenarnya. Aku sangat senang ternyata dia dapat membangkitkan kekuatannya.” “sejujurnya sayapun terkejut dengan perubahan tiba-tiba adik saya. Masalah guru itu, saya rasa bahkan ayah saya tidak mengetahuinya. Itu berarti kemungkinan orang itu memang benar-benar kuat.” Ungkap Julian tidak menyembunyikan apapun. “hal seperti itu, jika memang Arthur berbohong mengenai gurunya, itu sulit menjelaskan bagaimana dia dapat meningkat begitu cepat setelah kemacetannya bertahun-tahun.” Julian mengangguk setuju. Sesaat kemudian , Julian dengan tenang berkata, “ tidak apa memiliki beberapa rahasia untuk menyelamatkan diri. Saya hanya berharap Arthur akan aman dari beberapa orang yang serakah.” Pedras tersenyum, “kau kakak yang baik. Mungkin kau harus lebih menunjukkannya. Aku lihat hubunganmu dengannya terlihat kaku. Ah, tapi itu mungkin bukan urusanku.” “baiklah, mari kita langsung pada topik utama. Masalah video yang diminta oleh ayahmu, aku akan memberikannya saat Arthur telah selesai mengatasi bug sistem. Jadi mari kita bahas tentang kelompok Arundel.” “kelompok Arundel?” suara Julian mereda saat dia tenggelam dengan kenangan buruknya yang bahkan mungkin tidak akan pernah Julian ingin ingat. Saat itu dirinya masih berusia sepuluh tahun dan Arthur baru berusia tujuh tahun. Mereka berdua tengah memasuki hutan bersama ayahnya untuk pertama kali demi membangkitkan semangat juang sebagai bagian dari keturunan Dewantara. Saat itu kekuatannya sudah bangkit, hanya saja itu masih kekuatan pasif. Dimana dia hanya dapat membentuk mana pelindung. Dan Arthur sendiri sama sekali belum memiliki kekuatan. Saat memasuki hutan , kelompok mereka diserbu dengan tiga orang berseragam merah dengan tanda sabit di penutup kepala mereka. Pertempuran itu sepertinya hanya kedok karena pada dasarnya mereka seolah hanya ingin menyerang dirinya. Julian masih ingat betapa ganasnya mereka meskipun mereka hanya bertiga, bahkan salah satu diantara mereka sangat mahir dalam menggunakan racun yang membuat ayahnya sempat mengalami kelumpuhan sementara. Beruntung saat itu Julian dapat mengaktifkan pelindung mana untuk menghalangi serbuan mereka. Namun karena kekuatannya saat itu, pelindung itu hanya dapat melindunginya selama sepuluh menit, akibatnya agresi terakhir dengan menggunakan sabit yang dilancarkan oleh salah satu kelompok itu berhasil menghancurkan pelindung. Saat itu Julian masih naif, dia hanya menghindar seorang diri dan lupa untuk melindungi Arthur. Saat itulah serangan sabit mengenai punggung Arthur membuatnya memiliki luka daging yang terpotong. Julian masih ingat bagaimana Arthur kecil menangis kesakitan dengan punggung berdarah, dia ingin menolong namun dia sangat ketakutan. Untung saja ayahnya dapat pulih dan langsung menebas mati pembunuh itu sebelum akhirnya menggendong Arthur untuk menyelamatkannya. Sayangnya sabit yang dipakai itu ternyata memiliki racun. Racun itu telah menyebar kedalam tubuh kecilnya dan dokter kekaisaran hanya dapat mengatakan bahwa kemungkinan Arthur akan kesulitan memiliki kekuatan karena racun itu telah menghisap esensi kekuatan Arthur meski saat itu telah berhasil dihilangkan. Bertahun-tahun Julian sangat merasa bersalah akan kecelakaan itu. Dia pun mulai mencari tahu kelompok apa itu karena Duke telah merahasiakan hal itu. Hingga melalu jaringan informasi bawah tanah yang dia datangi, dia menemukan bahwa kelompok itu menamai mereka Arundel. Itu hanya kelompok kecil yang bahkan saat dia melakukan penyelidikan, kelompok itu seolah menghilang dan tidak ada lagi. Kemungkinan kelompok itu memang mengincar dirinya dan diperintahkan seseorang yang menginginkan hancurnya bibit dari keluarga Dewantara. Dengan racun yang dapat menghisap esensi inti mana, bukankah Julian hanya akan menjadi dari jenius menjadi sampah? Julian lega bahwa itu tidak terjadi. Namun dia tidak dapat menepis rasa bersalahnya pada adiknya—Arthur hingga membuatnya bahkan tidak bisa berbicara langsung padanya. Julian takut Arthur akan menyalahkannya. Julian merasa sakit saat Arthur tidak dapat membangkitkan bakatnya. Semua orang menertawakannya, mengejeknya bukanlah bagian dari keluarga Dewantara karen hanya sampah, namun hanya ayahnya dan dirinya yang tahu bagaimana Arthur kehilangan bakatnya itu. Karena itu jika memang ada guru dibelakang Arthur yang telah menyembuhkannya, Julian sangat bersyukur pada orang itu. “kau sepertinya mengetahui tentang mereka.” Suara Pedras menarik Julian pada kenyataan. Julian mulai memfokuskan matanya pada Pedras dan tersenyum lemah, “ dapat dikatakan mereka adalah musuh keluarga kami,” Julian menghela nafas sebelum melanjutkan, “hilangnya bakat Arthur, juga terkait dengan mereka. Ini adalah rahasia terbesar kami profesor Pedras.” Pedras—lelaki tua itu tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, “ apa maksudmu?” “saat kami masih kecil, kami diserang oleh kelompok itu. Kemungkinan incaran mereka adalah aku, namun sayangnya serangan mereka itu mengenai Arthur dan membuatnya bakatnya cacat.” Julian tidak menyembunyikan apapun. “karena itu aku sungguh bersyukur Arthur membangkitkan bakatnya setelah berada disini. Kemungkinan orang yang ingin mencelakai aku adalah orang yang berada di lingkunganku. Akan sangat berbahaya jika saja Arthur benar-benar berada di akademi Royal.” “kalau begitu aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu. Sebenarnya kemarin ada bencana gate yang dilaporkan warga di dekat pasar tradisional. Namun begitu petugas mengecek, itu bukanlah sebuah kemunculan gate melainkan sebuah bom yang meledak dengan mantra pemicu. Lalu yang mengejutkan adalah ditemukannya mayat yang tergeletak tak jauh dari pola mantra pemicu itu. Tidak ada yang bisa ditemukan dari mayat itu selain seragam mereka yang dikenali warga adalah kelompok pemeras yang kebal akan hukum. Warga bahkan tidak tahu nama kelompok itu. Mereka hanya tahu saat kelompok itu datang, mereka harus menyiapkan beberapa pero untuk diberikan.” Mendengar penjelasan Pedras, Julian merasa heran, “ professor, mereka melakukan pemerasan di wilayah ini dan petugas tidak mengambil tindakan?” “ ya, mereka kebal hukum. Berita terakhir adalah mereka ingin memeras pendatang baru, namun sepertinya justru situasinya berbalik. Mereka kalah telak kemungkinan dengan adanya bom itu. Ada dua diantara mereka yang sempat hidup. Dengan sihir interogasi, mereka mengatakan bahwa mereka adalah kelompok Arundel, namun sayangnya saat petugas menanyakan siapa pemimpin mereka yang sebenarnya, tubuh mereka tiba-tiba saja bergerak sendiri mencekik diri sendiri sampai mereka mati. Bahkan kami tidak dapat menghalangi tindakan itu.” “ mungkinkah itu sumpah kematian?” Tanya Julian. Sumpah kematian adalah sumpah yang dilakukan dengan menggunakan mantra kematian. Jika mereka melanggar sumpah , maka mereka akan langsung mati dengan beberapa cara. Ciri-ciri yang paling mencolok adalah mereka akan membunuh dirinya sendiri bagaimanapun caranya. Pedras menghela nafas, “ aku takut masalah ini tidak sesederhana itu. Aku telah bersumpah untuk menjadi pihak netral dalam politik. Namun, jika hal itu melibatkan keselamatan murid akademi, itu akan menjadi hal lain.” “oh ya, selain rekaman pada tes bakat adikmu, apakah ada hal lain yang diinginkan duke dariku?” “ professor Pedras, sebenarnya memang ada hal lain. Kedatangan saya kesini selain ingin meminta rekaman selama tes, juga ingin menyampaikan izin untuk kedua adik saya Arthur dan Adele. Keluarga besar akan mengadakan acara jamuan yang mengharuskan kami datang.” Keluarga besar dari duke, itu berarti tidak lain adalah raja sendiri. Mereka dulu tidak pernah peduli tentang kedatangan Arthur atau tidak, namun sekarang mereka bahkan mengutus calon penerus duke untuk meminta izin pada akademinya. Sungguh orang yang sangat tidak sabar. Pedras mengangguk, “baiklah kalau begitu aku akan menuliskan surat izin dua hari untuk keduanya pergi dari akademi. Karena rekaman saat ini tengah diperbaiki oleh Arthur, kau dapat kembali ke akademimu atau mungkin kau dapat berjalan-jalan di akademi ini selama menunggu.” “terimakasih professor, saya memiliki penginapan di sekitar akademi ini. Jadi saya akan menunggunya disana. Professor dapat menghubungi saya ketika Arthur telah menyelesaikan perbaikannya.” Pedras tertawa, “ sungguh pemuda dengan penuh rencana. Baiklah aku tidak akan menahanmu. Aku pastikan akan segera menghubungimu dan memberitahu Arthur mengenai izinnya.” “terimakasih professor.” Julian membungkuk hormat. “kalau begitu saya tidak akan mengganggu waktu professor lagi.” Pedras mengangguk, membiarkan pemuda itu keluar dari ruang arsip. Saat Julian telah menghilang dari balik pintu, dari belakang Pedras muncullah sosok lelaki tua. “pak tua, kebiasaanmu menguping sungguh tidak berubah.” “seratus tahun lebih aku hidup, aku baru merasakan rasa penasaran dengan generasi muda. Apa kau begitu pelit menyembunyikan kesenangan ini?” lelaki tua itu menjawab. “aih, aku tidak bisa menang melawanmu Marcus. Baiklah apa yang ingin kau ketahui tentang anak itu?” *** Seperti perintah Dekan, Arthur langsung menuju departemen Chronos untuk memperbaiki sistem pada alat pengujian bakat. Untuk memperbaiki sistem agar berjalan tanpa bug itu jelas memerlukan beberapa hari. Namun jika itu hanya memperbaiki visual yang ditampilkan oleh sistem selama tes, Arthur dapat mengatakan bahwa itu hanya makanan ringan untuknya. Saat Arthur sampai di gedung institut Chronos dan menunjukkan tanda pengenal yang diberikan oleh dekan, seorang wanita lantas muncul menemuinya di depan untuk menjemputnya. Wanita itu memakai atasan putih lengan panjang dengan bawahan rok ungu dengan tanda pengenal AI01 di sisi kiri bajunya. Dia mengantarkan Arthur menaiki lift ke lantai 6—lantai paling atas. Lift berhenti dan pintu mulai terbuka. Wanita itu membungkuk pada Arthur mempersilahkan Arthur untuk keluar. “saya hanya dapat mengantar sampai sini. Anda hanya perlu berjalan mengikuti lorong untuk sampai pada laboratorium. Semoga harimu menyenangkan tuan.” Tidak ada emosi yang tergambar dari wanita itu meskipun bibirnya memperlihatkan senyuman ramah. Saat wanita itu bergerak untuk menekan tombol turun lift, saat itu juga Arthur melihat ada lempengan besi di tangan wanita itu yang tersingkap dari atasan putihnya. Akhirnya Arthur menyadari satu hal, “ aku hampir lupa bahwa di masa ini robot manusia AI masih menjadi favorit digunakan untuk pelayanan sederhana.” Sejujurnya Arthur sedikit merasa malu. Bahkan dengan kelahirannya kembali, dia tidak dapat mengingat sepenuhnya perkembangan zaman pada masa ini. Termasuk robot manusia yang terlihat sangat asli itu, dia hampir saja tertipu. Dalam ingatannya, dengan adanya robot AI pada setiap sektor, akan membuat manusia menjadi lebih malas. Kecuali para pengguna spiritual, banyak dari warga sipil kehilangan kemampuan dasar mereka dikarenakan perkembangan teknologi AI. Ketergantungan yang tinggi itu justru merusak keseimbangan antara manusia dan teknologi yang dibuatnya. Tapi itu akan menjadi masalah nanti. Saat ini Arthur hanyalah siswa menengah pertama, dia tidak mungkin dengan konyol mengatakan hal itu pada asosiasi mengenai dampak negatif AI. Tidak mau memikirkan hal itu, Arthur kembali melanjutkan perjalanannya. Dia menyusuri lorong untuk menemukan laboratorium. Cukup mudah menemukan laboratorium dimana itu menjadi satu-satunya bangunan yanga ada di lantai ini. Di samping pintu laboratorium yang terbuat dari baja, ada alat untuk mengecek tanda pengenal. Arthur kembali mengeluarkan kartu hitam yang diberikan oleh dekan dan meletakkannya pada alat pemindai. Alat itu mendeteksi dengan cepat lalu suara robotik mulai terdengar. “ id dikenali. Pengunjung dapat masuk. Selamat datang Professor Pedras.” Bersamaan dengan suara robotik, pintu baja terbuka otomatis. Begitu pintu terbuka,Arthur mendapati bahwa di dalam laboratorium tampak lebih ramai daripada yang dipikirkannya. Sangat terlihat kesibukan yang tergambar di dalam ruangan. Dengan seragam biru dan jas biru langit yang mereka pakai, jelas semua yang ada di dalam ruangan ini adalah anggota dari departemen Chronos. Setiap departemen memiliki seragam lab tersendiri. Untuk Chronos, mereka memiliki jas lab berwarna biru langit dengan tanda kelas di lengan sebelah kiri yang berbentuk huruf romawi—salah satu huruf yang paling tua di bumi yang masih mereka pakai. Departemen Imbos memiliki jas laboratorium berwarna hitam karena di percaya warna hitam adalah warna netral untuk sebuah pola sihir. Sedangkan departemen Invac memiliki jas laboratorium berwarna putih yang melambangkan suci. Departemen Invac selalu mempelajari ramuan sihir yang menuntut para murid harus memperhatikan kebersihan mereka. “kau adalah Arthur?” seorang pemuda yang pada masa kedewasaannya tampak mendekatinya di tengah kesibukan. Arthur tersadar dari lamunannya. Kini dia balik menatap pemuda dengan tubuh lebih pendek darinya, memiliki hidung lebih besar dari manusia pada umumnya dan rambutnya merah bata menjuntai panjang yang dia ikat kebelakang—Dwarf. Itulah hal yang dipikirkan Arthur saat melihat ciri fisik dari pemuda itu. Tidak seperti Dwarf pada umumnya yang bertubuh kerdil, pemuda didepannya ini memiliki ciri fisik rata-rata warga sipil dengan wajah tegas namun masih terbilang tampan. “ya, saya Arthur. Saya datang untuk…” “tidak perlu menjelaskan. Id card yang kau pakai sudah menunjukkan bahwa dekan telah mengutusmu. Aku tidak akan banyak berkata. Aku Zyn asisten dari asosiasi tekno. Karena kau mengatakan kau mampu memperbaiki bug sistem, maka tidak perlu banyak kata, tindakan lebih efisien.” Zyn memotong perkenalan Arthur lalu langsung membawa Arthur pada salah satu ruang dimana enam komputer AI menyala dan jutaan data bergerak secara konsisten. “aku tidak akan berterimakasih padamu karena kau menemukan bug pada alat kami. Namun aku akan berterimakasih jika kau dapat memperbaiki ‘kecurangan’ yang telah kau dan teman-temanmu buat untuk memperbaiki muka asosiasi kami.” Nada suara Zyn memang terdengar tidak bersahabat. Namun Arthur sama sekali tidak marah, bagaimanapun itu memang kesalahannya dan dapat dipastikan kesibukan mereka saat ini selain masalah sistem, juga karena masalah video yang memang dia curangi. Di masa lalu Arthur sama sekali tidak berhubungan dengan Zyn. Mungkin karena saat itu statusnya tidak jelas di akademi dan setelah keluar dari akademipun Arthur memilih menjadi tentara bayaran menaklukkan gate atau menjadi bagian kelompok lepas pada saat raid. Melihat bagaimana perilaku Zyn, Arthur percaya dia bukanlah orang yang buruk. Justru mungkin dia akan menjadi orang yang dapat dipercaya di masa depan. “senior dapat percaya itu kepadaku.” Jawab Arthur yakin. Arthur langsung menarik kursi di belakang komputer dan mulai duduk. “oh? Melihat kau sangat percaya diri, sepertinya aku tidak perlu menjelaskan bagaimana mengoperasikan mesin ini.” Jawab Zyn. Arthur tersenyum. Untuk murid angkatan pertama ini memang hal yang diluar nalar dan tidak mungkin. Tapi dirinya adalah alumni departemen Chronos yang bahkan mendalami teknologi AI lebih banyak dari siapapun dikarenakan bakatnya yang kurang. Permainan kode dan angka ini hanyalah mainan untuknya. “ senior tenang saja. Aku akan memperbaiki video paling lama sore ini.” Ini hanyalah beberapa video dari dirinya dan teman-temannya yang telah memanfaatkan kesalahan sistem. Bukan banyak video. Apa yang susah? Jadi saat Arthur melihat ribuan angka-angka yang berderet pada layar hologram di depan matanya, Arthur langsung memproyeksikan kode di dalam pikirannya. Tanpa sadar jemarinya bergerak dengan kecepatan pro pada keyboard hologram. Setiap data yang muncul dan mengalami eror, dengan beberapa detik puluhan kode masuk mengisi bug dan data kembali pulih. Arthur mulai tenggelam dalam dunianya sendiri. Tidak sadar pada saat itu semua orang tiba-tiba tertarik untuk melihatnya dan semuanya dibuat terkejut oleh keahliannya!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN