BAB 14 Hukuman

2324 Kata
Julian menatap sejenak kearah orang tua itu sebelum membungkuk pada orang tua yang disebutkan oleh tuan Xion adalah pak tua Marcus—salah satu orang penting di akademi yang jarang terlihat kecuali kamu mengunjungi ruang arsip. “Salam tuan Marcus.” Julian memberikan salam hormat. Marcus tampak sedikit tersenyum lalu beliau mulai mengambil sesuatu di saku jubahnya dan mendapatkan kunci dari sana. “Kau tidak perlu membungkuk untukku. Aku tidak bisa menerima hormat yang begitu dalam dari siswa unggulan akademi Royal.”itu bukanlah sebuah sindiran. Tapi ada peraturan tidak tertulis bahwa semua siswa di akademi Royal berarti adalah anggota dari kerajaan. Itu berarti statusnya jauh lebih tinggi daripada ketua akademi sekalipun. Meskipun Marcus tidak pernah memikirkan hal itu, namun basa-basi tetap di perlukan. “Karena kau sudah datang, maka kalian bisa masuk menemui Pedras di dalam. Saat kalian di dalam, kalian dapat keluar sesuka kalian. Namun kalian tetap membutuhkanku untuk masuk. Arthur, aku menyukaimu, kau bisa datang kapan saja kesini untuk minum teh dengan pak tua ini.” Itu adalah kali pertama Marcus tertarik untuk mengundang orang lain selain Pedras. Pada kesempatan itu tentu saja Arthur tidak akan menyia-nyiakan hal baik itu. Tempat arsip akademi bagaimanapun adalah tempat terbaik disini untuk mencari banyak informasi penting. “ Tuan Marcus sangat baik. Anak muda ini pasti akan sering menemuimu dan membawakanmu teh yang terbaik.” Marcus tertawa dan pintu sudah terbuka, “ Baiklah nikmati waktu kalian didalam.” “Terimakasih tuan Marcus.” “Terimakasih Tuan.” Baik Julian dan Arthur mengucapkan secara bersamaan. Ketika keduanya memasuki ruangan, penghalang berwarna biru yang baru saja mereka lewati berubah warna menjadi merah lalu pintu menutup dengan sendirinya. Saat memasuki penghalang ruang ketiga, mereka akan langsung memasuki ruangan arsip. Jadi tidak perlu bagi Marcus untuk mengawal keduanya apalagi dengan Pedras yang menunggu keduanya di dalam. Marcus menatap keduanya dengan senyum yang tidak hilang dari bibirnya. “Aku tidak tahu bahwa dunia berubah dengan begitu cepat sehingga generasi muda tampak mudah melampaui kami. Mungkin saja saatnya bagi kami untuk pensiun.” saat dia berbicara, pintu yang tertutup terlihat menghilang dan digantikan dengan lukisan dinding bergambar kastil. *** Saat keduanya datang, mereka langsung disambut oleh Pedras yang sudah duduk di ruang sofa berukuran besar dengan secangkir teh ditangannya. Seolah sudah tahu kedatangan keduanya, dia tidak berdiri namun memberi isyarat pada keduanya untuk duduk. “Salam kepada dekan.” Arthur membungkukkan badannya lurus memberi salam. Sedangkan Julian hanya sedikit membungkukkan badan mengingat dirinya bukanlah bagian dari akademi Olympus. “Kalian sudah hadir. Kalian bisa duduk. Nikmati teh dengan campuran buah kristal biru. Aku yakin kalian membutuhkannya. Terutama kau Arthur.” Julian melihat kearah adiknya, tidak mengerti maksud dari profesor Pedras. Tapi karena tidak menemukan apa-apa selain wajah ramah adiknya, dia tidak dapat berkata apa-apa. Disisi lain, Arthur cukup kagum dengan jaringan informasi Pedras yang kemungkinan telah mengetahui kejadian hari ini dimana dia ‘keluar dari akademi’ dengan menyamar dan masalah kelompok Arundal. Bagaimanapun dia menggunakan sihir baru yang dapat merubah wajah dan fisik, sihir yang bahkan belum terdaftar di asosiasi. Selain itu, berita ditemukan mayat dari kelompok Arundal yang kebal akan hukum, serta ledakan bom yang dibuat dengan material baru tentu tidak akan menjadi berita kecil. Saat ini Arthur merasa menyesal bahwa dia belum membuat cairan korosif yang dapat mengikis mayat menjadi debu bahkan hingga ke tulang-tulangnya. Sayang sekali dia pingsan setelah mengalami perkelahian dengan Zarkaan tanpa dapat menyingkirkan bukti mayat tersebut. “Ini adalah teh yang enak. Dekan sangat dermawan memberikan ijin padaku untuk mencicipi teh terenak ini.” Pedras tertawa, “ Jangan terlalu merendah, aku yakin di kediamanmu kau dapat meminum ini dengan mudah.” Itu memang mudah untuk mereka yang mempunyai bakat. Arthur bahkan sama sekali tidak pernah mencicipi buah ini dimasa lalu dikarenakan bakatnya yang buruk, dan para pelayan selalu menyiapkan teh ini untuk ayah dan juga Julian saja jika istana memberikan beberapa buah kristal biru—mereka tidak ada yang akan memberikannya kesempatan untuk mencicipinya karena mereka berpikir itu akan sia-sia dengan bakatnya yang buruk. Arthur yakin Julian dan Ayahnya tahu. Namun mereka tidak berkomentar apa-apa. Tapi Arthur sama sekali tidak mengambil hati. Itu hanyalah masa lalu. Dan dulu diapun sangat menghindari mereka jadi wajar hubungan mereka tidak begitu baik. Julian juga mungkin menyadari hal itu dan merasa tidak enak, jadi dia membuka suara untuk menghilangkan rasa bersalahnya, “Terimakasih atas teh ini. Dekan, mungkin ayah saya telah memberitahumu tujuan saya kesini.” Pedras meletakkan cangkirnya diatas meja. Duke Glerand memang telah memberinya kabar tentang dia yang ingin melihat hasil simulasi anaknya yang saat ini menjadi perbincangan di seluruh Asternal. Dan karena itu permintaan langsung dari kepala keluarga yang merupakan wali siswa, dekan tidak ada alasan untuk menolak memberikan video Arthur. Namun masalahnya adalah alat pengujian bakat itu sendiri sepertinya memiliki bug yang baru saja di temukan. “Ini…” Pedras tidak dapat menemukan alasan yang tepat untuk menolak. Adanya bug dalam alat tes baru saja dilaporkan pagi tadi oleh kepala departemen Chronos. Untungnya hampir semua siswa yang telah melakukan tes pengujian fisik, mereka menampilkan ketakutan mereka yang sebenarnya dan pertarungan yang sebenarnya. Namun yang menjadi masalah adalah justru siswa yang lulus dengan menghebohkan justru memiliki video pertarungan replika yang seperti lelucon. Pedras baru saja melihat videonya tadi pagi. Simoc memang berbakat dari awal. Namun di pengujian fisik, dia hanya melawan rasa takutnya pada wajahnya yang buruk rupa. Aiden bahkan hanya mengalahkan gambaran mikrobakteri yang lebih besar yang menyerangnya, Lohan tampak melawan kemiskinan dan...Aduh, Pedras tidak berani melihat lagi. Bagaimana mungkin tes pengujian bakat dengan melawan hal-hal konyol seperti itu keluar dengan peringkat rank-S? ini akan menjadi lelucon akademi sepanjang sejarah. “Apakah ada masalah dekan?” Julian mulai sedikit merasa aneh dengan ekspresi dekan. “Aku tidak akan menyembunyikannya. Tapi sepertinya alat pengujian bakat fisik kami memiliki bug yang baru saja kami temukan.” “Bug pada sistem? Jadi maksud dekan adalah bahwa alat pengujian bakat ini tidak valid?” Julian adalah orang yang pintar, dia akan langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Pedras. Tanpa sadar dia melihat kearah Arthur. Pemuda itu tampak tenang dan tidak terganggu. Itu membuat Julian semakin penasaran dengan sosok adiknya ini. Jika memang ada bug, berarti apa yang dikatakan Arthur tempo hari adalah benar. Jadi darimana adiknya yang tidak pernah keluar dari mansion duke ini mengetahui hal yang bahkan akademi baru menyadari saat ini? “Aku tidak ingin mengatakan, tapi itu memang benar. Saat ini departemen Chronos tengah berupaya mencari sumber bug untuk mendapatkan solusi yang baik dan melakukan tes ulang pada anak-anak.” Ini adalah pilihan berat. Sejak reporter yang telah menayangkan berita itu secara langsung, munculnya bakat S dan SS di akademi Olympus telah menyebar luas bahkan diluar Asternal. Bagaimana jika dia tiba-tiba saja mengumumkan tentang bug sistem? Bukan hanya akademinya akan menerima ejekan dari publik, namun asosiasi teknologi AI kemungkinan akan mengalami dampak buruk juga. Citra mereka mungkin akan menurun dan para petinggi kemungkinan tidak akan memberikan dana lebih untuk proyek selanjutnya. “ Bug seperti apa yang ditemukan jika saya boleh tahu?” meskipun Julian telah mendengar masalah ini secara sembunyi-sembunyi dari pernyataan Arthur pada teman-temannya, namun dia ingin membuktikan sendiri sejauh mana Arthur mengerti kebenaran itu. “Aih…itu seperti ini,” Pedras lantas menjelaskan masalah sistem yang terjadi. Setelah mendengarlan penjelasan Pedras, Julian langsung melihat kearah Arthur. Tidak hanya dirinya, bahkan Pedraspun kini menatap Arthur. “Jadi Arthur, aku selaku dekan Olympus bolehkan bertanya darimana kau dapat mengetahui bug pada sistem itu?” Arthur tidak sedikitpun kaget dengan Pedras yang langsung menyebut namanya disini. Bagaimanapun dia tidak mungkin dapat menyembunyikan masalah ini pada penyihir tingkat 7. Masalah disini adalah Arthur tidak boleh membiarkan dirinya terlalu tersorot karena itu dapat menyulitkan misinya untuk membunuh Balbark dimasa depan. “Aku tidak dapat berbohong pada dekan. Seseorang memang telah memberitahuku masalah bug pada sistem. Beliau menjelaskan secara detail masalah yang ada pada sistem ketika sistem itu diujicoba. Namun karena alat itu langsung dibawa untuk digunakan, beliau terlambat untuk memberitahukannya.” Arthur memilih untuk tiga puluh persen berbohong dan jujur pada sisanya. “Saya memang salah dengan menggunakan kelemahan sistem itu menjadi sebuah keuntungan untukku. Saya dengan sungguh-sungguh meminta maaf.” “Siapa seseorang itu? apakah dia merupakan anggota asosiasi AI?” tanya Pedras. “Beliau bukan dari asosiasi atau guild manapun. Beliau orang bebas yang menyukai berkeliling benua. Saya dapat mengatakan bahwa beliau adalah guru saya. Beliaulah yang membantu saya membangkitkan kemampuan saya yang tersegel,” Arthur menarik nafas sejenak dan menampakkan wajah agak sedih, “Beliau tidak suka terlihat di depan umum. Karena itu beliau selalu datang di tengah malam kediaman dan melatih saya di kamar dengan menggunakan sihir penghalang sehingga tidak ada orang rumah yang tahu. Dekan tentu saja tahu bukan? Alasan saya berada di akademi ini. Jujur saja satu minggu saat pendaftaran, kekuatan saya bahkan belum dapat bangkit sepenuhnya, namun guru saya selalu melatih saya dan meramukan beberapa obat langka hingga kekuatan saya dapat bangkit.” Arthur entah kenapa merasa sangat bangga dengan wajah tebalnya. Aku sungguh berbakat untuk berakting! Tidak ada sihir deteksi kebohongan yang dipasang Pedras di tempat ini. Jadi Arthur sangat yakin bahwa kebohongannya tidak akan terdeteksi. “Jadi seperti itu, Julian aku tidak menyangka adikmu benar-benar menyimpan rahasia yang begitu besar. Aku tidak akan bertanya tentang masalah kekuatanmu yang tersegel. Itu akan menjadi urusan pribadi keluargamu. Tapi Arthur, kau mengatakan bahwa guru mu itu telah memberikan detail masalah pada sistem, apakah beliau juga memberitahukan bagaimana cara memperbaikinya?” “Dekan dapat yakin,sejak saya diundang tadi dan tuan Marcus telah memberi saya pencerahan, saya berencana untuk ke departemen Chronos untuk membahas masalah ini. Dan untuk masalah video yang terekam dari hasil tes, saya juga dapat memanipulasi agar video itu tidak akan tersebar menjadi lelucon. Tentu saja ini akan menjadi rahasia untuk kami dan departemen Chronos.” jawab Arthur yakin. Sebenarnya itu memang rencana Arthur. Dia sudah sadar bahwa setiap tes pengujian bakat pasti akan menyimpan rekaman saat mereka melakukan tes uji fisik. Jadi dia sudah menyiapkan untuk memanipulasi program dengan baik. Hanya saja saat ini sepertinya dia tidak bisa bertindak diam-diam. Andai saja dia menyelesaikan masalah video ini dulu dengan meretas jaringan sistem, bukan keluar akademi dulu dan mengalami masalah di jalan, tentu saja masalah ini tidak sampai menjadi masalah. Tapi apa untungnya menyesal? Bahkan dengan kehidupan kedua, seseorang masih dapat melakukan kesalahan. “Baiklah Arthur, sebenarnya aku memiliki hal lain yang ingin aku sampaikan padamu, namun masalah bug pada sistem ini lebih penting untuk diselesaikan saat ini juga.” Pedras melayangkan tangan dan sebuah kartu berwarna hitam muncul diatas meja. “Ini adalah kartu bebas masuk departemen Chronos dibagian inti. Perlihatkan saja kartu ini pada penjaga pintu laboratorium. Kau akan mudah untuk memasukinya.” Arthur mengambil alih kartu hitam itu dan menyimpannya disakunya, “ Terimakasih dekan, kalau begitu saat ini saya harus pamit.” Pedras mengangguk, “Oh, aku lupa menanyakan berapa hari waktu yang kau butuhkan untuk memanipulasi video?” untuk masalah sistem itu tidaklah mendesak. Namun masalah video harus segera diselesaikan agar tidak menjadi lelucon saat ada yang meminta data tersebut. Akademi hanya dapat memberikan pada keluarga. Namun keluarga bebas untuk menyimpan sendiri atau mungkin digunakan untuk publikasi. Jika mereka melihat peringkat rank –S hanyalah lelucon, maka Pedras tidak akan sanggup mengangkat kepala lagi di akademi. “Dwkan dapat yakin, saya akan menyelesaikannya hari ini juga. Kemungkinan nanti sore video itu akan segera selesai.” “Secepat itu? tapi Arthur, kau tidak bisa menggunakan pengeditan. Keluarga bangsawan memiliki pakar tersendiri di rumahnya untuk membuktikan keaslian video.” kali ini Julian bersuara. Arthur tersenyum menanggapi, “ Kakak dapat tenang, yang aku lakukan bukanlah pengeditan, namun gambar asli yang seharusnya direalisasikan oleh sistem yang terblock oleh teman-temanku yang telah memvisualisasikan gambar lain lebih sederhana di pikirannya saat sistem memindai ketakutan mereka.” “Kau begitu yakin, maka aku tidak akan menghalanginya. Kalau begitu kalian berdua bisa mengikuti aku. Aku akan membawa kalian ke ruang arsip dimana semua file tentang tes fisik tersimpan.” Pedras lantas berdiri. Ruangan yang mereka tempati saat ini tidak jauh beda dengan ruang tamu biasa. Namun saat Pedras berdiri dan memperlihatkan cincin safir di jari kelingkingnya, tembok pada ruangan itu tiba-tiba bergetar dan bergerak terbelah menjadi dua bagian lalu di tengahnya munculnya sebuah tangga yang menuju ke atas. “Kita akan naik keatas untuk melihatnya. Ayo ikuti aku dan pastikan kalian tidak memiliki pikiran kosong karena aku menempatkan sihir ilusi di tangga yang dapat membingungkan.” Arthur dan Julian berjalan bersama. Tidak sulit melewati tangga dengan sihir ilusi, karena di dalam mansion pun memiliki sihir ini untuk ruang penting. Paling hanya efek mual dan pusing saja yang akan dirasakan sebentar. Mereka bertiga berjalan melewati tangga tanpa halangan apapun. Saat sampai di ujung tangga, mereka langsung disambut oleh deretan penuh buku. Terdapat tiga tingkat deretan buku dan masing-masing memiliki tangga. Dan di tengah-tengah ruangan itu ada sebuah mesin berbentuk lingkaran terbuat dari kaca. Mesin itu melayang dan berotasi dengan enam pilar yang menyalurkan energi pada mesin itu. “Apakah kalian takjub? Disinilah kami menyimpan semua hasil tes kalian. Arthur, aku akan memberikanmu file rekamanmu dan teman-temanmu yang menggunakan bug sistem.” Arthur mengangguk tegas, “Dekan dapat percaya padaku.” Arthur tahu ini dapat dikatakan kompensasi atas kecurangannya, jika masalah ini selesai masalah ini tidak akan berlarut-larut. “Aku percaya padamu. Sekarang kau dapat pergi ke departemen Chronos.” “Terimakasih dekan, saya permisi dahulu.” Arthur memberikan hormat pada Pedras sebelum melangkahkan kakinya keluar ruangan. Namun sebelum Arthur sepenuhnya keluar, Pedras kembali memanggilnya. “Arthur, aku akan menganggap ini sebagai hukumanmu. Jadi selesaikan dengan baik hukumanmu dan kau harus siap untuk menjawab pertanyaanku nanti.” Arthur tersenyum, “ Saya menerima hukuman ini dengan baik dekan. Kalau begitu saya mohon undur diri.” jawab Arthur dan meneruskan langkahnya. Ketika Pedras melihat Arthur telah menghilang dibalik pintu, Pedras mengalihkan pandangannya pada Julian. “Aku rasa Duke tidak hanya mengutusmu tentang hasil tes saja kan?” “Itu memang benar tuan Pedras.” Jawab Julian. “Baiklah kalau begitu mari kita bicarakan. Akupun juga memiliki banyak pertanyaan untukmu.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN