Justin sungguh tak ingin menunda waktu lagi. Makanya ia segera mengumpulkan mereka semua orang untuk membahas rencana selanjutnya. Kali ini tak boleh membuang waktu hal yang tidak penting. Begitu sampai di resort, Justin disambut oleh Hans dan Zack. Mereka berdua langsung bangkit dari sofa. “Darimana saja kau?” tanya Zack seperti menatahan amarah. Jika bukan karena Hans, dia pasti sudah meledakan tempat yang mereka tinggali. “Dia benar-benar keras kepala. Jika kau pergi, sebaiknya menulis catatan.” Hans melipat kedua tangannya, sesekali ia menguap karena rasa kantuk. “Aku ke kamarku dulu.” Karena Hans tak ada hubungannya dengan misi mereka, maka Justin membiarkan dia pergi begitu saja. Steve yang baru sampai karena ada urursan sedikit langsung bersuara. “Kenapa Hans pergi? Bukank

