53. Boleh Kok

1522 Kata

Pandanganku terasa kabur saat mendengar ucapan Nino. Tidak jelas lagi apa yang terlihat di hadapanku selain tangan Nino yang menggenggam erat tanganku. Aku merasa sangat aneh dan tidak tidak percaya dengan ucapannya. Seketika aku memikirkan jika bukankah aku tidak pantas untuknya? "Tadi kamu mengatakan jika aku boleh mengejarmu lagi. Jika cara yang aku lakukan seperti ini, apa kamu keberatan?" tanyanya. Mataku mengerjap. Aku merasa ingin menangis sekaligus tidak percaya pada diriku sendiri. Apa benar Nino melamarku? "Ka...kamu nggak lagi bercanda, kan?" tanyaku pelan hampir tak terdengar. Tangan hangat Nino kemudian terasa menyentuh wajahku. Pandangannya lurus menatapku dan dari tatapan matanya saja aku tahu dia sedang tidak bercanda denganku. "Aku sangat serius, Nay," sahutnya. "Aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN