47. Kembali

1636 Kata

Aku mengelus tangan Vio berkali-kali dengan perasaan campur aduk. Ada rasa lega karena Vio telah keluar dari ruang operasi dengan luka yang telah dijahit, tapi ada perasaan sedih melihat wajahnya yang menahan rasa sakit. Tidak ada luka yang serius dan aku cukup lega karena itu. Tapi tetap saja luka memanjang di kulit kepala Vio harus mendapatkan beberapa jahitan. Sepertinya saat terjatuh tadi, ada benda tajam yang mengenai kepalanya selain benturan yang lumayan keras juga membuat kepalanya memar. Aku menarik napas panjang dan mengembuskannya dengan perlahan. Vio tertidur sejak keluar dari ruang operasi, hanya sesekali keningnya berkerut dan mulutnya mengaduh kesakitan, dan kemudian tertidur kembali. Mungkin karena pengaruh bius di area kepalanya sudah mulai menghilang dan dia mulai merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN