48. Pergilah

1612 Kata

Beni memeluk Vio yang sedang tertidur, dia melakukannya sambil mengelus rambut Vio. Matanya tak lepas menatap Vio. Aku memalingkan wajah saat melihatnya. Entah kenapa yang ada hanya rasa nyeri. Beni terlihat menunjukkan rasa sayangnya yang begitu dalam pada Vio. Aku merasa sangat terharu karena sebelumnya Beni tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya pada Vio, hanya sebatas pengakuan jika dia adalah ayah Vio. Setelah pemberitahuan tentang rencana kepulangannya kemarin, hari ini Beni datang menjenguk Vio kembali sekalian berpamitan. Aku bertambah tidak tega melihatnya. Bukan tidak tega karena dia akan kembali ke Jakarta, tapi karena gerak-gerik Beni yang terlihat begitu berat meninggalkan. Ada apa ini, kenapa aku harus sedih? Dengan Beni yang kembali ke Jakarta, itu artinya tidak ada lagi s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN