49. Maaf

1621 Kata

Apakah benar yang kulakukan kali ini? Napasku terasa sesak. Langkahku semakin kupercepat sambil mataku tidak berhenti menatap setiap sudut di pelataran bandara ini. Baru setengah jam sejak kepergian Beni, aku rasa dia masih berada di bandara. Aku juga tidak berhasil menghubungi ponselnya karena bernada di luar jangkauan. Seluruh tubuhku terasa lemas. Udara yang masuk ke pernapasanku terasa sesak. Aku harus menemukan Beni dan menyelesaikan hal yang belum tuntas di antara kami. Titik-titik keringat terasa membasahi keningku. Aku menyekanya dengan putus asa. Wajah Nino mendadak muncul di pikiranku dan membuat napasku semakin sesak. Bahkan sampai hari ini aku masih saja menyakitinya. Aku menghentikan langkahku, karena rasanya begitu lelah. Mataku terpejam sesaat dan entah kenapa wajah Nino

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN