Mereka baru saja tenang dan berbaikan. Namun, nampaknya kedamaian itu tidak berlangsung lama. Di penghujung cuti Indra, Iif terbangun di pagi buta karena merasakan sakit di perut yang luar biasa. Mulas, melilit, entah apa yang terjadi di dalam sana. Langkah terburu-buru Iif ke kamar mandi nyatanya yang membangunkan Indra dari lelap. Pria itu mengikuti Iif ke kamar mandi. Gelagat gelisah dari gerakan air dalam kamar mandi terdengar mencurigakan. “If? Bu?” Indra mengetuk pintu beberapa kali. “Sebentar!” Indra mengernyit. Ia tahu ada sesuatu, sayang suara deras air menghalangi pendengarannya. Sampai kemudian Indra sudah berpindah bersandar di meja dapur memandang pintu kamar mandi, ruangan itu baru terbuka. Iif memegang bagian bawah perutnya. “Dokter ada yang sudah buka?” “Kenapa

