*** “Bu Iif, kenapa mukanya murung begitu? Lagi rindu sama sangsu, ya?” *** JANGAN lama-lama, ya. Iya. ‘Iya’ mukamu. Iif mendengkus, memandang tanggalan yang baru saja ia sobek. 27 Desember 1996. Umur dua bulan pernikahan mereka, sama sekali tidak ada yang berubah. Menjelang akhir tahun, ia masih di sini: di rumah uminya. Telah berkali-kali Indra meminta tambahan waktu kepadanya. Telah berkali-kali juga Iif memaklumi. Namun, lama kelamaan alasan-alasan Indra semakin terdengar tak masuk akal. Masa iya dia sangat sibuk sampai-sampai tidak punya waktu untuk sekadar keluar di akhir pekan guna mencari rumah kontrakan untuk mereka? Iif mendengkus, berjanji pada dirinya sendiri untuk benar-benar menyusul Indra jika dia tidak menelepon atau tak pulang sore ini. Sekarang hari Juma

