*** “Kalau perempuan sudah menganggap dirinya sama dengan laki-laki, lantas di mana sikap hormat sama suami nanti? Apa mau rumah tangga seperti berbisnis, berkasih-kasih cuma saat pasangan memberikannya?” *** KAMAR BACA Yusuf menjadi tujuan Iif selanjutnya, tetapi setelah melaksanakan salat zuhur. Kata Ina, umi mereka masih di sini. Sejauh yang ia tahu, kamar baca itu di awal 86 menjadi tempat ayah dan ibunya berdebat mengenai banyak hal. Mungkinkah kedatangan tiga duda tadi mengganggu hari uminya sehingga ingin kembali mencengkeram kenangan itu? Iif tak berani bersangka dahulu. Ia mengetuk pintu kamar baca yang terbuka itu dengan perlahan, lalu melangkah masuk. “Umi?” Aini menoleh, terlihat mengurungkan niatnya untuk mengambil buku itu. Buku lusuh, rakitan tangan, yang su

