*** “Tapi sepertinya Ibu mah mudah berbaur, ya?” || “Beda, ya, sama Bapak?” *** HARI ini Indra membeli telepon rumah. Ia mendatangkan salah satu temannya, kenalan dari telkom untuk memasang instalasi itu. Lina celingak-celinguk menatap Si Om, sementara Iif memperhatikan kedatangan teman Indra siang itu. Kelihatannya masih bujang, kerjanya cepat, ramah, tetapi tidak banyak basa-basi juga. Begitukah tipe teman Indra? Sementara itu Iif melirik suaminya yang setia di sisi tukang itu, mempertanyakan banyak hal dengan intonasi yang tidak pernah Indra lontarkan kepada Iif sekalipun. Ah, memikirkannya, rasanya tidak wajar Iif sampai cemburu ke laki-laki .... Usai menyuguhkan kopi dan sekaleng wafer pada kedua lelaki itu, ia mengajak Lina membeli sesuatu ke depan. Sekadar teman wafer, mungkin

