Malam itu juga mereka bersiap untuk pulang. Tanpa terlalu mempedulikan luka masing-masing, diantar Kur--karena Nur harus pulang, Rifqi ditinggal di rumah--mereka naik taksi dari rumah sakit. Langsung ke rumah. Untungnya sekarang sudah cukup malam, jadi tidak akan ada tetangga yang bertanya lebih jauh. Setibanya mereka di depan, Kur langsung pulang, meminta sopir taksi mengantarnya ke rumah. Indra menuntun Lina, membuka kunci rumah. Iif ada di belakangnya, agak meringis--antara tak nyaman mencium bau amis darah orang lain di pakaiannya atau tak nyaman dengan bahunya. Indra menoleh pada Iif yang langsung mendudukan dirinya di sofa. Ia hendak bertanya sesuatu--tadinya. Tapi, karena melihat Iif tengah nyaman menyandarkan diri di kursi empuk itu, ia urung melakukannya. Kemudian, lebih memi

