47 KESEMPATAN KEDUA

1160 Kata

"Abi?" Pandangan Iif tertuju pada sosok yang tengah bersandar pada pagar di samping kulah. Iya, pagarnya berbentuk dan bercorak sama dengan pada saat Yusuf masih hidup--warna pagar di masa kecilnya. Namun, yang dipandangi abinya kini bukan kulah, melainkan lautan luas. "Bi?" Iif mendekat. Semakin dekat, debaran jantungnya terasa semakin kencang. Iif tertegun menyadari bahwa bukan Yusuf versi berumurlah yang ia lihat, melainkan Yusuf muda yang gagah dan tegap. Yang berjas dan berpeci. Yang berjuang bersama Aini dan keluarga mungil mereka. Berwibawa. Di kepalanya, atas keanehan ini, mulai muncul berbagai kemungkinan dan pikiran. Antara orang itu bukan Yusuf, atau memang Iif yang sudah di tempat yang sama dengan abinya. Sungguh, Iif tidak mau memikirkan hal kedua. Ia teringat Indr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN