NYATANYA, Iif tidak sepenuhnya jujur tentang kepergiannya ke Kota Hujan itu. Ifa sedang di Sukabumi, kan? Jelas, kunjungannya ke Bogor kali ini tidak akan menemui siapa pun selain si sulung, Fauzan, yang alhamdulillaah sudah tiba dari sekolah. Iif langsung minta diantarkan ke makam adik-adiknya. Totalnya ada dua makam. Seingatnya, dua makam itu adalah kelahiran 94 dan 97---demikian pula yang tertulis pada nisan keduanya. Namun, karenanya Iif jadi bertanya-tanya, “Di mana makam adik yang terakhir?” Iif menoleh, menanyakan itu pada Fauzan. Anak polos itu hanya menyahut, “Di rumah.” “Kenapa dipisah?” “Belum sempat dipindahkan, Bi.” Jadi ada pemindahan segala? Tapi, kali ini Iif menyadari bahwa yang dapat menjawab pertanyaannya hanyalah Ifa seorang, jadi ia urung bertanya. Setelah m

