Memasuki bulan kemerdekaan, di tahun yang sama, semuanya masih sama pula. Baru satu bulan berlalu, dan sikap Iif, jarak mereka pun tidak berubah. Kini, Indra seperti merasakan karma. Apalagi, kemudian Iif memilih sibuk dan aktif kembali beraktivitas, kecuali yang satu itu: melayaninya secara personal. Indra tidak pernah meminta, menuntut, bahkan memaksa---ia memaklumi sikap itu. Jarak di antara mereka masih ada. Harapnya, jika Iif saja tahan mengimbangi keheningannya selama dua tahun, kenapa Indra begitu cepat menyerah? Lama-lama ia menjadi terbiasa. Berangkat kerja hanya salam---tanpa cium tangan---kemudian, di pertengahan jam istirahat dia tidak lagi rutin pulang untuk makan siang, pulang kerja hanya salam, menikmati makan malam, dan tidur tak terlalu malam karena sekalian mengeloni L

