Peringatan

1819 Kata

Eda melihat status WA Anggun. Dari sana ia tahu kalau sahabatnya sudah pulang atau lebih tepatnya dipulangkan paksa. Wanita berambut merah itu ingin menjenguk, tetapi apa daya, ia memutuskan mengurung diri di rumah sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ryan saja dibuat bingung oleh tindakan istrinya. “Oke, Eda, i can’t do it. I have to go out, ia got a call.” Ryan menunjukkan ponselnya. Ada panggilan kerja yang harus ia jawab sesegera mungkin. Lelaki itu menjauh dari istrinya. Urusan pekerjaan memang sangat privat bagi seorang mata-mata. Sebab jika orang yang disayangi tahu tentu akan menjadi target incaran musuh. “Where will you go?” tanya Eda ketika melihat suaminya memakai sepatu. “Ketemu klien. Don’t worry i can’t protect my self. Just lock the door, okey, honey. Don’t be ner

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN