Anggun sudah pulang kembali ke rumah Ryu. Ia masih di sana dan sepertinya akan begitu terus-terusan. Orang tua wanita itu percaya penuh karena anaknya sudah sangat besar dan tahu mana yang benar mana yang salah. Kembali Ryu tidak ada di rumah. Katanya pergi dengan Sandy mengurus hal lain yang tak pernah ia beritahukan apa itu. Mungkin agar Anggun tidak terlalu banyak berpikir. Malam semakin menggurita, Anggun tak dapat tidur nyenyak. Bukan karena otopsi jenazah tadi, tetapi tubuhnya mulai terasa tidak enak. Dikatakan panas, ia butuh selimut. Sudah digunakan selimut tetapi ia risih. Hidung pun mulai tersumbat. Sahabat Eda membuka kotak P3K di kamarnya. Ia ambil obat penurun demam dan obat tidur. Lambat laun ia pun memejamkan mata dan tidur seperti biasanya. Esok pasti sudah sehat, mungkin

