Jangan Asal Bicara

1708 Kata

Sudah tiga hari panas di tubuh Anggun tidak juga turun. Bahkan suhu tubuhnya di termometer terkadang 41 terkadang 40. Ryu tidak diizinkan masuk menjenguk. Dokter Budi melaporkan rentetan kejadian dimulai dari mayat di Desa Sekar Wangi bersih dan tertular pada rekannya. Anggun bagai di penjara dalam ruangan berbau obat-obatan. Tidak ada yang menunggu, tidak ada yang menyemangati dirinya. Menyeramkan, seperti menanti detik-detik kematian sendiri. “To-tolong, a-air,” gumam wanita itu sendirian di dalam ruang isolasi. Tidak ada perawat yang mendengarnya setiap waktu. Mereka hanya memeriksa di jam-jam tertentu. Ruang perawatan Anggun juga jauh sekali dari bangsal rumah sakit lain. Sesekali sosok bertudung hitam menjenguk, dan dokter forensik itu bisa melihatnya. Ia menurunkan tudung dan mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN