Bagian Lima Puluh Empat

1055 Kata

*** “Ternyata Soraya menghilang karena habis tunangan. Saya tadi ketemu sama dia dan calon suaminya.” Isyana yang semula fokus mengunyah, seketika memelankan kunyahannya setelah ucapan tersebut tanpa permisi dilontarkan Sean. Malam datang, seperti biasa dia dan suaminya itu makan bersama. Tidak memasak, kali ini Isyana hanya tinggal menikmati karena Sean sebelumnya memesan makanan dari sebuah restoran. Ketika ditanya alasan kenapa memesan makanan, Sean berkata ingin Isyana rehat sehari dari aktivitas rutinnya setiap malam. Selain itu, Sean juga menganggap makanan yang dia pesan sebagai bentuk permintaan maaf pada Isyana, karena sudah menyinggung perempuan tersebut. “Maksudnya, Mas?” tanya Isyana memastikan, karena siapa tahu saja barusan dia salah mendengar. “Ya itu,” jawab Sean. “Sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN