Bagian Lima Puluh Lima

1031 Kata

*** Setelah mendengar ide gila Panji, Isyana benar-benar kehilangan rasa tenangnya. Tidak hanya ketika di balkon, rasa gelisah dan rasa bersalah terus menyelimutinya sepanjang malam. Tak nyenyak tidur karena memikirkan Soraya bahkan sempat dihampiri mimpi buruk, dia memantapkan hati untuk menemui Erick guna membicarakan ide gila sang bos. “Semoga ide ini berhasil.” Sambil menutup kotak makan berisi tiga potong roti sandwich, ucapan tersebut dilontarkan Isyana. Coba mencari ide, dia memutuskan untuk mengirim sarapan ke apartemen Soraya, dengan harapan; bisa bertemu Erick. Tidak bilang pada Sean, dia memanfaatkan sang suami yang masih tidur untuk membuat banyak roti sandwich. Tidak hanya untuk Soraya dan Erick, makanan tersebut Isyana buat untuk dirinya juga dan Sean. “Udah bangun belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN