*** Isyana pikir perasaannya akan lebih baik setelah bertemu dan mengobrol dengan Erick. Namun, ternyata dia salah karena meskipun sudah berjumpa dengan pria itu, hatinya masih enggan tenang. Jika sebelumnya yang dia rasakan adalah gelisah juga merasa bersalah, maka kali ini Isyana dilema. Diajak berkhianat pada Panji, Isyana belum memberikan jawaban dan meminta waktu pada Erick. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dia lakukan karena saran pria itu bukanlah hal sepele, sehingga sebelum memberi jawaban, Isyana harus mempertimbangkannya dengan sangat matang agar sang ibu tidak menjadi korban. “Mas Sean udah bangun apa belum ya?” tanya Isyana, persis setelah menutup pintu utama apartemen. “Mendadak degdegan gini, takut diinterogasi.” Tidak terus diam di dekat pintu, Isyana melangkah menuju d

