*** (Mas, jangan telat makan malam ya. Maaf karena malam ini saya nggak bisa masakin makanan buat Mas Sean. Saya harap Mas Sean makan enak. Sekali lagi, makasih buat semuanya.) Selesai membaca pesan yang Isyana kirim, lengkungan senyum terbentuk di bibir Sean. Malam datang, dia baru saja membersihkan badan kemudian bersiap-siap. Tak akan berdiam diri di apartemen, malam ini Sean akan menemui Soraya di kafe untuk mengobrol. Entah apa yang ingin Soraya bicarakan padanya, Sean belum bisa menebak. Namun, yang jelas dia penasaran, sehingga tanpa seizin Isyana, sore tadi Sean mengiakan ajakan sahabatnya tersebut. “Enggak bosan apa ya dia bilang makasih?” tanya Sean. “Hari ini kayanya udah lebih dari sepuluh kali Isyana bilang gitu.” Tidak mendiamkan pesan dari Isyana, Sean lekas mengetik ba

