Bagian Enam Puluh Dua

1051 Kata

*** “Kalau kamu ngerasa nggak siap, nggak usah maksain diri. Masih ada besok dan besoknya lagi.” Sampai hampir semenit lalu, ucapan tersebut Sean lontarkan pada Isyana yang duduk di samping kirinya. Menempuh perjalanan selama empat puluh menit dari rumah sakit, mobil yang Sean kendarai kini terparkir di parkiran kantor polisi tempat Panji ditahan. “Saya siap kok,” ucap Isyana tanpa menoleh. “Cuman, lagi mikirin kosa kata yang tepat aja buat maki Pak Panji. Gara-gara dia, Ibu saya kaya sekarang soalnya.” “Oh, oke.” Isyana menoleh. Memandang Sean dari tempatnya duduk, dia bertanya, “Bapak mau tunggu di sini atau mau ikut ke dalam?” “Saya ikut,” jawab Sean. “Selain jaga-jaga, saya pengen tanya dendam apa yang dia punya ke saya sampai-sampai libatin banyak orang kaya sekarang. Saya engga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN