Jika bisa Travis ibaratkan, tangan Pamela adalah surganya. Ciuman Pamela adalah pelega dahaga yang ia rindukan. Harum nafasnya adalah semangat hidupnya. Dia begitu menginginkan Pamela lebih dari tarikan nafas berikutnya. Perasaan mendamba akan Pamela begitu buruk hingga ia menyerah pada logika. Travis membiarkan Pamela memulai yang ia inginkan. Mengambil setiap jengkal kulitnya ke dalam ciuman kecil Pamela. Ciuman yang semakin memanas dan menjadi hisapan kuat yang membuatnya mengerang. "Little Travis. Aku menginginkanmu, " ucap Pamela dengan suara menggoda. "Pammy... " lirih Travis. Pamela memblokir ucapan Travis yang ingin kembali menolaknya. Dia menghisap lembut bibir itu hingga bisa memasukkan lidahnya ke dalam mulut Travis. Seperti seekor ular, Pamela meliuk ke atas tubuh T

