Suara langkah kaki memenuhi lorong rumah sakit. Seorang pria tengah gelisah menunggu kehadiran buah hatinya. Sedangkan seorang pria tua lainnya tengah duduk menggeleng-gelengkan kepalanya. "Nak Erick bisa tidak kamu duduk di sebelah ayah? Ayah pusing lihat kau bolak-balik seperti itu. Ayah tahu bagaimana rasanya menunggu kelahiran seperti ini. Tapi ayah masih bisa bersikap tenang, ayah tidak sepertimu yang tidak mau diam begitu," tegur ayah Riri. Sudah setengah jam Riri masuk ke dalam ruang persalinan. Saat itu Erick ingin masuk ke dalam menemani Riri. Tapi istrinya menolak mentah-mentah. Alasannya ia tidak mau Erick melihat dirinya yang sedang berada dalam kondisi tidak cantik menurut versi Riri. Padahal di mata Erick bagaimanapun istrinya bentuknya, Riri terlihat cantik di matanya. "T

