20

1276 Kata

Kaena terus menolak tapi tubuhnya terus meminta lebih pada Kael. Apalagi saat tangan pria tersebut mulai merajai kedua puncak p******a Kaena. “Kaena, eh… aku-” suara Kael mulai terbata. Tanpa basa-basi dia menghimpit tubuh Kaena dengan mengecupi perutnya pelan. “Kaena, aku tidak bisa menahannya.” “Kael jangan, kau dan aku-” “Jangan teruskan Kaena, kau dan aku hanya berdua di sini. Jangan katakan apapun selain kalimat itu karena aku tidak ingin mendengar yang ada di kepalamu saat ini.” Kaena tidak menjawab, kedua tangannya kini bersatu dengan kedua tangan Kael. Pemuda itu mengoreksi seluruh tubuh Kaena, membawa kedua tangannya di atas kepala Kaena. “Kael, jangan lakukan ini.” Bibir Kaena yang terus membantah dan tak suka pun langsung di sambar oleh Kael. Dia melumatnya begitu dalam hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN